counter

Pengamat: Kenaikan impor bukan cara dorong penggunaan produk lokal

Pengamat: Kenaikan impor bukan cara dorong penggunaan produk lokal

Perajin menunjukan cara membuat kain tenun khas Suku Buton dengan alat tradisional saat Pameran UMKM dalam rangka HUT Provinsi Sulawesi Tenggara ke 55 Tahun di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (25/4/2019). Pameran tersebut bertujuan untuk memperkenalkan produk lokal serta ajang promosi daerah. ANTARA FOTO/Jojon/pras. (ANTARA FOTO/JOJON)

..untuk konsumen, faktor untuk menentukan membeli atau tidak, adalah harga.
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai kenaikan impor bukan cara untuk mendorong masyarakat menggunakan produk lokal.

"Bukan menaikkan impor karena akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat membeli produk lebih tinggi dari semestinya," ujar Fithra Faisal saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin.

Menurut Fithra, pemerintah perlu melakukan pemetaan produk-produk sesuai dengan skala ekonomis, karena sekitar 90 persen impor Indonesia adalah kebutuhan bahan baku dan pengelola industri.

Kenaikan bahan baku industri akan membuat industri menaikkan ongkos produksi. Sementara, kualitas bahan baku lokal dirasa tidak sebagus bahan baku dari luar negeri, serta dari segi harga, bahan baku dari luar negeri juga lebih murah.

"Pemerintah tidak bisa melarang untuk konsumsi bahan impor, terutama barang produksi, beda dengan produk kategori end-product. Intinya adalah yang paling penting bisa ekspor lebih banyak, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan," katanya.
Baca juga: Ekspor produk kriya lokal tembus 776 Juta dolar AS

Hal senada juga disampaikan ekonom Universitas Indonesia, Harryadin Mahardika. Menurut dia, produk lokal harus dibedakan menjadi dua, yaitu untuk konsumen akhir dan untuk industri.

"Karena perlakuannya sulit disamakan. Karena untuk konsumen, faktor untuk menentukan membeli atau tidak, adalah harga. Harga produk impor lebih murah dan relatif bagus agak sulit intervensi pemerintah untuk membeli produk lokal," kata Harryadin.

Namun, menurut Harryadin, penggunaan produk lokal masih bisa didorong dengan mewajibkan konsumsi produk lokal untuk industri.
Baca juga: Produk Lokal Butuh Dukungan Pemerintah

Misalnya, lanjutnya, kebijakan pemerintah untuk mewajibkan BUMN menggunakan produk lokal dalam pembangunan infrastruktur yang belakangan terus meningkat.

"Kalau pemerintah serius impor lebih mahal, sekaligus demi mengurangi defisit perdagangan kepada industri yang menyerap, bisa diberikan insentif. Insentif pajak misalnya," ujarnya.

Baca juga: Jokowi dorong produk unggulan lokal masuk pasar nasional
Baca juga: Gubernur Bali minta masyarakat gunakan produk lokal
Baca juga: Shopee ekspor produk lokal ke ASEAN

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden ingin pasar dalam negeri didominasi merek lokal

Komentar