counter

Air masih menjadi momok penghuni Rusunawa Pesakih

Air masih menjadi momok penghuni Rusunawa Pesakih

Seorang anak bersepeda di area Rusunawa Pesakih, Jakarta Barat, Kamis (11/7/2019). (A Rauf Andar Adipati)

Jakarta (ANTARA) - Masalah air masih menjadi momok bagi para penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pesakih, Jakarta Barat.

"Airnya jelek, kadang malah ada cacing-cacing kecil. Gak bisa lah dipakai untuk minum," kata Siti Jamilah, penghuni Blok I rusunawa saat ditemui pada Kamis.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta hadiri kegiatan takbiran di Rusunawa KS Tubun

Baca juga: 1.071 warga DKI terdaftar program DP Nol Rupiah

Baca juga: Anies Baswedan tujukan rumah tanpa DP untuk warga menengah


Menurut Siti hal itu membuat para penghuni rusun harus membeli air mineral isi ulang, untuk dapat memenuhi kebutuhan air minum.

Air mineral isi ulang itu dijual dengan harga Rp7.000 untuk ukuran galon 19 liter. Namun harga tersebut akan naik sebesar Rp1.000 untuk biaya antar ke unit-unit rusun. Jika diantar ke lantai dua, biaya antarnya menjadi Rp2.000, begitu juga jika diantar ke lantai tiga menjadi Rp3.000 dan seterusnya.

Penghuni lain, Hendi, mengatakan air yang terdapat di rusun tersebut tidak ideal untuk dipakai mandi, karena airnya terasa licin dan kerap menimbulkan gatal di kulit.

"Kalau tidak biasa pasti gatal-gatal, wong yang sudah biasa aja juga sering jadi gatal-gatal," ujar Hendi sambil memperlihatkan luka akibat menggaruk pada lengannya.

Air untuk warga rusun Pesakih disediakan oleh PAM Jaya. Untuk dapat menikmati layanan ini, penghuni rusun harus membayar Rp5.000 untuk sepuluh kubik pertama. Berikutnya, harga yang dikenakan adalah Rp 7.450 per kubik.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cadangan air baku di Pulau Batam terus menurun

Komentar