counter

Asita berharap wisatawan China akses wisata budaya

Asita berharap wisatawan China akses wisata budaya

Asita dan Manajemen Bandara Adi Soemarmo siap menyambut kedatangan wisatawan Tiongkok (Foto: Aris Wasita)

Di Solo ini kami berharap para wisatawan berkunjung ke pusat budaya seperti Pura Mangkunegaran, Keraton Surakarta, Museum Keris, dan Pasar Triwindu
Solo (ANTARA) - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) berharap wisatawan China yang datang ke Solo dengan menggunakan pesawat carter bisa mengakses wisata budaya setempat.

"Di Solo ini kami berharap para wisatawan berkunjung ke pusat budaya seperti Pura Mangkunegaran, Keraton Surakarta, Museum Keris, dan Pasar Triwindu," kata Wakil Ketua Asita Jawa Tengah Daryono di Solo, Kamis.

Selain itu, pihaknya juga mewajibkan wisatawan menaiki kereta uap Jaladara yang selama ini menjadi salah satu ikon Kota Solo.

"Ini juga atas saran Wali Kota. Kemungkinan naik Jaladara pada tanggal 15 Juli," katanya.

Terkait kunjungan tersebut, pada Kamis (11/7) 170 wisatawan China yang sebelumnya berkunjung ke Bali dengan menggunakan pesawat reguler melakukan perjalanan ke Solo. Sesuai dengan rencana, wisatawan yang didominasi oleh keluarga tersebut akan menginap di Solo selama tiga malam.

"Untuk perjalanan ini menggunakan pesawat reguler Citilink rute Kunming-Denpasar yang rutin seminggu 2-3 kali. Ini kok menggunakan momen reguler untuk mengunjungi Solo. Kami pahami sebagai 'soft opening' kedatangan tamu China," katanya.

Selanjutnya, untuk "grand opening" akan dilaksanakan pada1 Agustus, di mana akan ada penerbangan secara langsung dari Kunming ke Solo.

Ia berharap dengan adanya penerbangan langsung China ke Solo tersebut bisa mendongkrak kunjungan wisata Solo-Jogja yang saat ini sudah dikemas dalam "single destination".

"China ini dengan populasi 1,4 miliar penduduknya, di mana 200 juta di antaranya berpotensi melakukan traveling. Kalau dulu pasar ini hanya diperebutkan beberapa negara, sekarang ratusan negara termasuk Indonesia," katanya.

Khusus di Indonesia, dikatakannya, wisatawan China lebih mengenal Bali dibandingkan daerah lain seperti Solo.

"Ternyata setelah dipasarkan teman-teman di China, mereka baru tahu Borobudur dan Solo. Sekarang setelah tahu, wisatawan ini 'ngantre'. Potensinya bisa sampai ribuan. Itulah mengapa akan ada penerbangan langsung China-Solo," katanya.

Baca juga: Indonesia masuk tiga besar tujuan wisatawan kelas atas China

Baca juga: Badung dukung "Bali Chinatown" tingkatkan wisatawan China

Baca juga: Trip.com-Garuda bermitra gaet wisman China ke Indonesia

 

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pedagang Pasar Gede sambut pelantikan Jokowi dengan tumpengan

Komentar