counter

Laporan dari Tanah Suci

Saat terpisah dari rombongan di Masjidil Haram, ini tips dari PPIH

Saat terpisah dari rombongan di Masjidil Haram, ini tips dari PPIH

Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi, memiliki banyak sekali pintu untuk keluar masuk. Kondisi ini tidak jarang membuat jamaah calon haji asal Indonesia terpisah dari rombongannya. (FOTO ANTARA/Hanni Sofia)

Jamaah yang terpisah dari rombongan menjadi permasalahan utama dan pertama yang paling sering terjadi di Mekkah
Mekkah (ANTARA) - Panitia Penyelenggara Ibadan Haji (PPIH) Kementerian Agama (Kemenag) memberikan kiat-kiat bagi jamaah calon haji (calhaj) Indonesia, khususnya bagi mereka yang terpisah dari rombongannya saat menjalankan ibadah di Masjidil Haram yang luas dengan banyak pintu keluar masuk, sehingga bisa segera kembali bergabung atau pulang ke pondokannya di Mekkah.

"Ada beberapa hal yang perlu dipahami dengan baik oleh jamaah Indonesia," kata Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Jamaah (Linjam)  PPIH   Arab Saudi, Kolonel (Sus) Jaetul Muchlis di Mekkah, Kamis waktu setempat.

Ia mengatakan bahwa jamaah yang terpisah dari rombongan menjadi permasalahan utama dan pertama yang paling sering terjadi di Mekkah.

“Umumnya kalau boleh saya ranking, masalah urutan pertama adalah jamaah terpisah rombongan,” katanya.

Oleh karena itu, Jaetul Muchlis menyarankan beberapa kiat bagi jamaah haji Indonesia sebagai berikut:

1. Jangan panik dan segera temukan posko petugas haji Indonesia yang terletak di 8 titik, yang dua di antaranya adalah posko tim kesehatan.

Posko yang dimaksud yakni Pos 1 Marwah, Pos 2 Haram, Pos Bab Ali, Posko Haram Team Kesehatan (Syeib Amiir), Pos 3 Tower Zam Zam, Pos 4 Dar Attauhid, Pos 5 Mataf, Pos 6 Darul Arqam.

Letaknya untuk enam Posko Sektor Khusus yakni Posko 1 di Pintu keluar Bukit Marwah, Posko 2 di dalam masjid, Posko 3 di bawah Zamzam Tower, Posko 4 di depan Hotel Daurut Tauhid, Posko 5 di dekat Hijr Ismail, dan Posko 6 di dekat pintu Babussalam.

2. Jika telepon seluler (ponsel) aktif, segera hubungi teman satu rombongan dan jadikan bangunan tinggi termasuk "Zam Zam Tower" sebagai patokan.

Banyak sementara orang yang mengatakan bahwa jika Ka'bah adalah kiblat bagi orang Muslim maka "Zam Zam Tower" adalah kiblat bagi orang yang tersesat. Bangunan "landmark" dengan jam di atasnya itu memang ikonik dan sangat mudah dilihat sehingga sesuai untuk menjadi patokan.

3. Temukan nama “bab” atau pintu dari papan-papan yang terbentang di setiap atas pintu.

4. Jangan mudah menerima bantuan dari orang yang tidak dikenal dan meskipun di kawasan Masjidil Haram yang dianggap sangat suci tetapi banyak titik yang rawan tindakan kriminal di sekitarnya.

5. Idealnya lakukan orientasi singkat terhadap Masjidil Haram saat pertama kali datang sehingga ketika beribadah untuk selanjutnya lebih mudah.

Beberapa hal yang juga perlu diperhatikan di tempat baru bagi jamaah adalah senantiasa memantau pergerakan rombongan atau kelompok. Manfaatkan kecanggihan teknologi atau grup-grup di ponsel yang digunakan sebagai sarana komunikasi.

6. Saat bepergian upayakan ada minimal satu laki-laki dalam rombongan, jangan semua perempuan.

7. Kenali seragam dan identitas haji dari Indonesia.

8. Tidak perlu mengenakan atau membawa perhiasan berharga yang terlalu mencolok saat beribadah yang potensial mengundang kejahatan.

9. Jangan memperlihatkan raut kebingungan, tetaplah tenang dan perbanyak berdzikir kepada Allah SWT.

10. Meminum air zam-zam yang banyak disediakan secara gratis di berbagai sudut di Masjidil Haram akan sangat membantu membuat hati menjadi tenang sehingga bisa berpikir lebih jernih.

Baca juga: Agar tak tersesat di Masjidil Haram

Baca juga: Calon jamaah haji tersesat rentan alami penipuan

Baca juga: 328 calon haji di Madinah tersesat

 

Konsultan Ibadah Daker Mekah kunjungi pondokan jemaah

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar