counter

Kurangi kantong plastik imbauan diserukan Pemkot Tangerang pada ritel

Kurangi kantong plastik imbauan diserukan Pemkot Tangerang pada ritel

Imbauan kepada pemilik ritel dalam pengurangan penggunaan kantong plastik disampaikan oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Provinsi Banten. (FOTO ANTARA/Achmad Irfan)

Ritel merupakan area komersial yang memiliki potensi paling banyak mengeluarkan kantong plastik ke pelanggannya.
Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengeluarkan imbauan pembatasan penggunaan kantong plastik kepada binsi ritel dalam rangka menindaklanjuti mandat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Kepala Seksi Pengurangan Sampah DLH Kota Tangerang, Provinsi Banten, Dika Agus Hermaji di Tangerang Jumat mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 disebutkan pada pasal 9 ayat 1 Pemerintah Kabupaten /Kota memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan dan strategi pengolahan sampah.

Kemudian juga melakukan pembinaan dan pengawasan kinerja pengolahan sampah yang dilaksanakan oleh pihak lain.

"Sesuai mandat Undang-Undang, kami memberikan imbauan kepada pelaku usaha ritel di Kota Tangerang tentang pembatasan penggunaan kantong plastik," ujarnya.

Menurutnya, ritel merupakan area komersial yang memiliki potensi paling banyak mengeluarkan kantong plastik ke pelanggannya.

Imbauan tersebut, katanya, adalah upaya mengajak pelaku usaha ritel lebih berinovasi untuk mengganti kantong plastik sekali pakai dengan beralih ke kantong yang ramah lingkungan.

"Dalam waktu dekat imbauan akan dilanjutkan dengan nota kesepahaman (MoU) terkait pembatasan kantong plastik di ritel," ujarnya.

Melalui MOU, kata dia, nantinya ritel turut mendukung program Pemkot Tangerang dalam pengurangan sampah plastik.

"Misalkan, mau mendapatkan bantuan pohon, ritel dapat menukarkan sampah plastik dan anorganiknya," ujar dia.

Upaya Pemkot Tangerang dalam mengurangi sampah plastik, katanya, juga dilakukan dengan dikeluarkannya surat imbauan oleh Wali Kota tentang penggunaan "tumbler" (botol air minum) di sekolah dan kantor.

 Selainitu juga, kegiatan menukarkan "tumbler" dan kantong ramah lingkungan dengan sampah anorganik di kegiatan "Car Free Day", demikian .Dika Agus Hermaji ​​​​​​.

Baca juga: Perlu langkah radikal kurangi kantong plastik

Baca juga: Cara sederhana ini bisa kurangi penggunaan plastik

Baca juga: Mahasiswa IPB pelopori gerakan pengurangan kantong plastik

Baca juga: UE berupaya kurangi kantong plastik

INDEF: lesunya industri ritel akibat persaingan kurang sehat

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar