Rusia kirim lagi peralatan pertahanan udara ke Turki

Rusia kirim lagi peralatan pertahanan udara ke Turki

Sistem rudal darat ke udara berdaya jangkau menengan dan jauh buatan Rusia, S-400. (Reuters/Sergei Karpukhin)

Istanbul (ANTARA) - Rusia kembali mengirimkan peralatan pertahanan udara canggih ke Turki pada Sabtu, demikian Kementerian Pertahanan Turki, dengan terus mewujudkan kesepakatan yang tampaknya akan memicu sanksi AS terhadap sekutu NATO.

Kementerian itu mengatakan pesawat kargo Rusia keempat mendarat di pangkalan udara Murted dekat Ankara, Ibu Kota Turki, sehari setelah tiga pesawat Rusia AN-124 menurunkan peralatan di pangkalan tersebut.

Washington selama beberapa bulan berupaya menjegal kesepakatan, dengan berpendapat bahwa sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia tidak sesuai dengan sistem NATO. Pihaknya juga mengatakan bahwa apabila S-400 dikerahkan dekat pesawat tempur F-35 AS, yang Turki beli dan juga membantu memproduksi, maka akan merusak pertahanan pesawat tempur siluman tersebut.

Baca juga: Turki kecam pernyataan Departemen Luar Negeri AS mengenai S-400

Pejabat AS memperingatkan bahwa Turki akan disingkirkan dari program F-35 jika menerima pengiriman S-400. Tidak hanya itu, Turki juga akan menghadapi sanksi berdasarkan undang-undang AS yang berupaya mencegah negara-negara membeli peralatan militer dari Rusia.

Turki menuturkan sistem S-400 merupakan kebutuhan pertahanan strategis, terutama untuk mengamankan perbatasan selatannya dengan Suriah dan Irak. Turki mengatakan bahwa saat membuat kesepakatan S-400 dengan Rusia, Amerika Serikat dan Eropa tidak menyajikan alternatif yang layak.

Baca juga: Rusia: sistem rudal S-400 sedang dikirimkan ke Turki
Baca juga: Erdogan: Tidak ada indikasi sanksi AS terkait S-400

Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi terima kontingen World Skill Competition 2019

Komentar