counter

Menko Luhut harap Pertemuan GNMC di Tidore angkat peran Indonesia

Menko Luhut harap Pertemuan GNMC di Tidore angkat peran Indonesia

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) bersama Perwakilan Presiden GNMC Catarina Marques de Almeida Vas Pinto (kanan) dalam seminar pembukaan Pertemuan ke-10 GNMC di Jakarta, Senin (15/7/2019). (ANTARA/Yashinta Difa)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap Pertemuan ke-10 Jaringan Kota-kota Magellan (Global Network of Magellan Cities/GNMC) di Tidore, 16-18 Juli 2019, bisa meningkatkan peran strategis Indonesia di kancah internasional.

Menurut Menko Luhut dalam seminar pembukaan pertemuan tersebut di Jakarta, Senin, mengatakan harapan itu dapat dicapai melalui penguatan kerja sama, saling bertukar konsep, wawasan, pengalaman dan pengetahuan dari masyarakat lintas negara dan benua.

Tidore akan menjadi tuan rumah Pertemuan ke-10 GNMC yang akan dihadiri delegasi berbagai kota dari tujuh negara diantaranya Lisabon dan Sabrosa di Portugal; Seville dan Granadilla de Abona di Spanyol; Ushuaia, Puerto de San Julian, Puerto de Santa Cruz di Argentina; Montevideo di Uruguay; Punta Arenas dan Porvenir di Chile; Cebu di Filipina; serta and Praia di Cape Verde.

Tidore di Maluku Utara masuk dalam anggota GNMC karena menjadi salah satu kota yang disinggahi penjelajah asal Spanyol, Ferdinand Magellan, saat mengelilingi dunia untuk mencari rempah-rempah pada rentang waktu 1519-1522.

Pertemuan ke-10 tersebut merupakan persiapan perayaan 500 tahun kedatangan Ferdinand Magellan di Tidore yang bakal digelar pada 2021. Di Indonesia, perayaan ini digelar bertepatan dengan penyelenggaraan Sail Tidore.

Selain mengharapkan pertemuan yang menghasilkan, Menko Luhut juga meminta para peserta untuk menikmati keindahan Tidore.

“Selama puluhan tahun ini Indonesia telah banyak berubah, terutama sejak Presiden (Joko Widodo) menargetkan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke beberapa destinasi prioritas seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo,” ujar dia.

Selain itu, Indonesia saat ini juga sedang mengembangkan kawasan industri terintegrasi di Maluku Utara (Weda Bay) untuk pengolahan nikel, stainless steel, carbon steel hingga baterai lithium.

“Tahun depan untuk pertama kalinya kami siap mengekspor stainless steel dari kawasan tersebut,” kata Luhut.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap Indonesia akan menjadi lebih maju baik di sektor industri maupun pariwisata.

Baca juga: Indonesia harapkan kelompok kota Magellan jadi kerja sama pariwisata

Baca juga: Belajar sejarah perdagangan rempah, Menlu ajak GNMC majukan kerja sama

Baca juga: Menelusuri perjalanan penjelajah Portugis Ferdinand Magellan di Tidore


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menyelami kehidupan suku terasing Togutil di hutan Halmahera

Komentar