counter

BPOM kampanyekan cerdas memilih obat tradisional dan kosmetik aman

BPOM kampanyekan cerdas memilih obat tradisional dan kosmetik aman

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito memberikan plakat kepada Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Utara, Rabu (17/07/2019). (ANTARA News/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Tanjung Selor, Kalimantan Utar (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengkampanyekan cerdas memilih obat tradisional dan kosmetik aman bagi masyarakat di Kalimantan Utara agar mereka menjadi konsumen yang memperhatikan kualitas dan keamanan produk untuk dikonsumsi.

"Kita pastikan hanya yang aman dan bermutu dikonsumsi masyarakat," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam acara Kampanye Cerdas Memilih Jamu dan Kosmetik Aman untuk Masyarakat Kalimantan Utara sebagai rangkaian dari kunjungan kerja ke Kalimantan Utara, Rabu.

Baca juga: BPOM berikan pendampingan pelaku UKM tingkatkan kualitas produk

Penny menuturkan masyarakat perlu diedukasi agar tidak sembarang mengkonsumsi produk yang ternyata mengandung bahan berbahaya bagi tubuh apalagi yang peredarannya tidak seizin BPOM.

"Jangan sampai kita konsumsi pangan harga murah tapi timbulkan penyakit," tuturnya.

Masyarakat didorong untuk tumbuh menjadi konsumen cerdas sehingga tidak memilih produk berbahaya melainkan mengkonsumsi produk yang berkualitas karena pangan juga aspek penting dalam mendukung pembangunan manusia yang unggul.

"Mari kita bersama mengedukasi masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas karena pilihan banyak sekali untuk produk obat dan makanan," ujarnya.

Penny menuturkan anggota pemberdayaan kesejahteraan keluarga di mana-mana untuk mengedukasi keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

"Ibu-ibu adalah agen pengawasan obat dan makanan di tempat masing-masing," ujarnya.

Baca juga: Asosiasi ingatkan bahaya kosmetik ilegal jika tidak dinotifikasi BPOM
Baca juga: BPOM: tiga industri baru perkuat suplai bahan mentah obat



***3***

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar