counter

Kabupaten Kepulauan Yapen genjot potensi kelautan dan pariwisata

Kabupaten Kepulauan Yapen genjot potensi kelautan dan pariwisata

CEO Antara Digital Media, Darmadi, bersama Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Antara Digital Media di Jakarta, Kamis (18/7/2019). (Dokumentasi Pribadi)

Nantinya hasil budidaya ikan laut dan rumput laut selain diserap oleh pasar domestik, juga untuk mengisi pasar ekspor, seperti Jepang atau Australia.
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua terus menggenjot potensi kelautan dan pariwisata yang ada di wilayahnya dengan menggandeng perusahaan asal Norwegia dalam upaya pengembangannya.

"Saat ini kami tengah menggiatkan program pembibitan beberapa jenis ikan, seperti tuna, cakalang dan jenis lainnya, dengan melibatkan nelayan setempat," ujar Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, di sela acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Antara Digital Media, yang merupakan anak perusahaan Perum LKBN Antara, di Jakarta, Kamis

Menurut dia, pengembangan bahari yang tengah berjalan seperti pembudidayaan ikan dan rumput laut itu dikelola atas kerja sama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Yapen dengan perusahaan asal Norwegia.

Potensi kelautan khususnya rumput laut menjadi komoditas unggulan. Pasalnya, jenis rumput laut yang ada di Kabupaten Kepulauan Yapen dinilai memiliki kualitas tinggi dibandingkan dengan daerah lain. "Sehingga program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan memajukan ekonomi daerah," katanya.

Ke depan, ia berharap produksi rumput laut dan industri perikanan di Kepulauan Yapen mampu memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pasar domestik. Tak hanya itu, produk yang dihasilkan di Kepulauan Yapen juga bisa mengisi pasar internasional.

"Nantinya hasil budidaya ikan laut dan rumput laut selain diserap oleh pasar domestik, juga untuk mengisi pasar ekspor, seperti Jepang atau Australia," katanya.

Untuk menunjang kegiatan ekspor itu, kata Tonny, Kabupaten Kepulauan Yapen tak perlu membangun dermaga sendiri, tetapi memanfaatkan dermaga yang ada di Biak.

Bagi Bupati Kepulauan Yapen, pengembangan potensi daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tapi bakal melibatkan daerah lainnya untuk pertumbuhan ekonomi bersama.

"Langkah yang kami lakukan ini untuk menghilangkan egosentris, tapi justru memanfaatkan potensi di daerah sekitar untuk memajukan daerah secara bersama-sama," katanya.

Kehadiran Tonny bersama jajarannya di Wisma Antara, Jakarta, adalah untuk menandatangani MoU dengan Perum LKBN ANTARA untuk kerja sama layanan informasi publik.

Baca juga: Jelang PON 2020, Pemkab Yapen terus benahi transportasi
Baca juga: WWF akhiri Ekspedisi Saireri di Kepulauan Yapen
Baca juga: Warga Yapen sambut gembira TNI bangun rumah

Pemprov tegaskan Perda RZWP3K tidak untuk persulit nelayan dan pengusaha

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar