counter

Ribuan orang protes atas larangan oposisi memberikan suara

Ribuan orang protes atas larangan oposisi memberikan suara

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara peletakan rangkaian bunga memperingati serangan Nazi Jerman tahun 1941, di Makam Prajurit tak Dikenal oleh Kremlin di Moskow, Rusia, Sabtu (22/6/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Evgenia Novozhenina/wsj/cfo

Moskow (ANTARA) - Lebih dari 10 ribu orang turun ke jalan di Moskow pada Sabtu untuk memprotes pengecualian terhadap para calon oposisi dari pemilihan badan legislatif di ibu kota Rusia.

Petugas pemilihan melarang sekitar 30 kandidat yang kebanyakan condong ke kelompok oposisi, untuk mengikuti pemilihan 45 kursi legislatif dengan alasan mereka gagal mengumpulkan tandatangan asli dari pemilih untuk kualifikasi.

Kandidat yang dilarang mengatakan bahwa mereka sudah memiliki jumlah tandatangan yang diminta, namun tidak disertakan dari pemilihan karena mereka menantang kontrol mereka yang setia kepada Presiden Vladimir Putin.

Polisi mengatakan sekitar 12.000 orang ambil bagian dalam protes, sementara kelompok oposisi mengatakan jumlahnya lebih besar. Pihak berwenang setempat memberikan izin aksi demo tersebut dan tidak ada laporan penahanan.

Para pendemo dipimpin oleh Alexei Navalny, orang yang paling gencar mengkritik Kremlin, meminta akan pihak berwajib memberi kesempatan kepada para calon oposisi untuk disertakan dalam pemilihan pada 8 September.

Mereka membawa plakat bertuliskan "Saya punya hak pilih" dan "Putin bohong".

Polisi menahan lebih dari 25 orang pekan lalu di Moskow dalam aksi protes yang tidak mendapat izin dari pihak berwenang.

Sumber: Reuters

Baca juga: Polisi Rusia tahan sedikitnya 57 orang dalam protes di Moskow

 

Penerjemah: Maria D Andriana
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perwakilan aksi buruh sampaikan aspirasi ke KSP

Komentar