counter

Menlu AS dan Meksiko akan bertemu untuk bahas imigrasi, perdagangan

Menlu AS dan Meksiko akan bertemu untuk bahas imigrasi, perdagangan

Sejumlah imigran naik kereta barang dalam perjalanan mereka menuju Amerika Serikat di dekat Teapa, negara bagian Tabasco, Meksiko, Sabtu (13/7/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Isabel Mateos/pras.

Kota Meksiko (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo akan bertemu dengan Menlu Meksiko Marcelo Ebrard, Minggu, untuk membahas masalah migrasi dan dagang.

Pertemuan tersebut akan berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, menjelang tenggat waktu pada kesepakatan yang menghilangkan ancaman tarif pada ekspor Meksiko.

Dalam perjanjian yang ditandatangani bulan Juni lalu, Meksiko berjanji untuk membendung aliran masuk migran ilegal dari Amerika Tengah sebelum tanggal 22 Juli.

Baca juga: Pengungsi Amerika Tengah terhenti di perbatasan Meksiko-AS

Perjanjian tersebut pun mencegah pemberlakuan tarif pajak yang sangat tinggi (punitive tariff) oleh Presiden AS Donald Trump atas barang asal Meksiko.

Pertemuan yang akan berlangsung di Kota Meksiko pada pukul 10:30 waktu setempat itu dilakukan satu hari sebelum akhir dari periode 45 hari itu berakhir.

Jika AS menilai Meksiko belum melakukan cukup upaya untuk mencegah para migran untuk masuk, maka kedua negara akan memulai pembicaraan mengenai perubahan peraturan.

Perubahan itu dilakukan agar sebagian besar pengungsi mengajukan pencarian suaka di Meksiko, bukan di AS.

Meksiko telah lama menolak tekanan AS untuk menerima status sebagai ‘negara ketiga yang aman’.

Duta Besar Meksiko di Washington, Martha Barcena, mengatakan Kamis lalu, pihaknya sekali lagi menegaskan tak siap untuk menandatangani kesepakatan status negara ketiga semacam itu.

Pada Jumat lalu, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan negaranya telah menjalankan semua komitmen dengan AS untuk mengurangi volume migrasi dari Amerika Tengah.

Pernyataan itu dikeluarkan Ebrard setelah jumlah penangkapan migran di perbatasan selatan AS turun menjadi sekitar 100.000 pada Juni, atau sekitar sepertiga dari jumlah sebelumnya. Meksiko juga telah mengerahkan 21.000 aparat dari polisi Garda Nasional untuk membendung arus migran.

Namun, pada akhirnya, Presiden Donald Trump yang akan memutuskan apakah upaya Meksiko tersebut dianggap cukup.

Masalah imigrasi merupakan salah satu tumpuan kampanye kepresidenan Trump. Dia berjanji untuk membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko saat dia mencalonkan diri sebagai Presiden AS pada 2016 lalu.

Pada hari Senin lalu, dia mengumumkan aturan baru terhadap para pencari suaka, yang melarang mereka mengajukan permohonan di perbatasan AS-Meksiko, dan mengharuskan mereka mencari tempat berlindung di negara ketiga yang aman terlebih dahulu.

Baca juga: 100 lebih migran asal Amerika Tengah ditahan di Meksiko utara
Baca juga: Petugas AS tembakkan gas air mata di dekat perbatasan Meksiko



Sumber: Reuters

Pemerintah AS Apresiasi Pemerintah Indonesia

Penerjemah: Aria Cindyara
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar