Lonjakan saham 'chip' dorong S&P 500 dan Nasdaq ke rekor tertinggi

Lonjakan saham 'chip' dorong S&P 500 dan Nasdaq ke rekor tertinggi

Seorang pria dengan ponsel di Wall Street (7/11/11), Manhattan, New York City. ANTARA/Shutterstock/pri

Caterpillar Inc yang sensitif terhadap perdagangan jatuh 4,5 persen setelah labanya mengecewakan karena penjualan yang lemah di China serta biaya produksi dan restrukturisasi yang lebih tinggi.
New York (ANTARA) - Indeks utama Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah komentar meyakinkan dari Texas Instruments tentang permintaan chip global menumpulkan dampak dari laporan laba yang lemah dari Boeing dan Caterpillar.

Texas Instruments Inc melonjak 7,4 persen setelah perusahaan mengisyaratkan bahwa perlambatan global dalam permintaan microchip tidak akan selamanya dikhawatirkan, memperkuat Philadelphia Semiconductor Index atau Indeks SOX naik 3,1 persen ke rekor tertinggi.

"Investor semikonduktor melihat masa lalu sekarang dan mengatakan bahwa mungkin pada paruh kedua tahun ini, kekhawatiran ekonomi akan mulai sedikit berkurang," kata Willie Delwiche, ahli strategi investasi di Robert W. Baird di Milwaukee.

Namun, Caterpillar Inc yang sensitif terhadap perdagangan jatuh 4,5 persen setelah labanya mengecewakan karena penjualan yang lemah di China serta biaya produksi dan restrukturisasi yang lebih tinggi.

Boeing Co turun 3,1 persen setelah pembuat pesawat terbesar dunia itu membukukan kerugian kuartalan terbesar yang pernah ada akibat larangan terbang tahun ini dari 737 MAX terlaris setelah dua kecelakaan mematikan.

Laporan suram kedua perusahaan itu membuat Dow Jones Industrial Average berada di wilayah negatif.

Dua minggu memasuki musim laporan laba dengan ekspektasi investor bisu, sekitar 77 persen dari 138 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangannya, sejauh ini telah melampaui estimasi laba, menurut data Refinitiv.

Namun, laba per saham keseluruhan, sekarang diperkirakan turun 0,1 persen, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya kenaikan sekitar satu persen.

Wall Street telah mencapai tingkat rekor pada Juli karena spekulasi Federal Reserve akan menurunkan suku bunga minggu depan untuk melawan dampak dari perang perdagangan AS-China yang berkepanjangan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 79,22 poin atau 0,29 persen menjadi berakhir pada 27.269,97 poin. Indeks S&P 500 naik 14,09 poin atau 0,47 persen menjadi ditutup di 3.019,56 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 70,10 poin atau 0,85 persen, menjadi 8.321,50 poin.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing ditutup pada level tertinggi mereka.

Indeks saham-saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 meningkat 1,64 persen ke penutupan tertinggi sejak awal Mei. Itu menunjukkan investor telah tumbuh lebih percaya dalam ekonomi AS, kata Delwiche.

Untuk tahun ini, S&P 500 sekarang naik 20 persen, sedangkan Nasdaq telah naik 25 persen.

Dalam perdagangan yang diperpanjang, Facebook melonjak 4,3 persen setelah jejaring sosial itu membukukan pendapatan triwulanan di atas perkiraan rata-rata analis.

Titik terang lainnya pada Rabu (24/7/2019) adalah United Parcel Service Inc melonjak 8,7 persen dan berada di antara pencetak kenaikan terbesar dalam indeks S&P 500, setelah perusahaan pengiriman paket terbesar dunia melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.

Volume perdagangan di bursa saham Amerika Serikat mencapai 6,2 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,3 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar