Jakarta (ANTARA) - Hanung Bramantyo berencana untuk membawa keluarganya untuk pindah tempat tinggal ke Yogyakarta, bahkan dia sudah mendapat persetujuan dari sang istri, Zaskia Adya Mecca.

"Saya memang sedang menarik diri dari Jakarta, saya sedang tawar-menawar dengan istri saya untuk pindah ke Jogja dan istri saya sudah setuju," ujar Hanung kepada Antara pekan ini.

Baca juga: Hanung Bramantyo: Film "Bumi Manusia" adalah bentuk pengabdian

Menurut sutradara "Bumi Manusia" itu, Jakarta adalah kota yang sudah terlalu padat, belum lagi masalah kemacetan dan polusi.

Hanung menceritakan tidak mudah untuk mengajak keluarganya pindah ke Kota Gudeg itu, sebab dia menyadari bahwa di sana bukanlah tempat kelahiran istri dan keempat anaknya.

"Yang saya tanya istri saya, gimana kalau pindah ke kota yang bukan tempat kelahiran kamu, ya kebetulan saat ini dia sudah mencintai Jogja karena sering saya bawa, butuh penyesuaian. Enggak cepet lho, butuh setahun dua tahun baru bisa 'Yuk, pindah Jogja aja yuk'. Itu istri saya udah begitu, Zaskia udah begitu," jelas sutradara "Habibie & Ainun" itu.

Baca juga: Hanung bicara soal Jokowi dan KH Ahmad Dahlan

Untuk pindah ke tempat baru memang bukan hal yang mudah dan banyak yang harus dipersiapkan. Menurutnya, yang jadi permasalahan sekarang adalah mencari sekolah untuk anak-anaknya.

"Persoalannya sekarang yang belum terjawab adalah anak-anak sekolah di mana, karena saya ingin anak-anak sekolah yang sudah ada fasilitas IB (International Baccalaureate), sekolah tidak memberikan tuntutan untuk segaram, maksudnya harus fisika harus ilmu pasti nomor satu," katanya.

Hanung menambahkan, "Saya cari sekolah yang 'Lu punya bakat apa? Itu yang dikembangin'. Itulah makanya saya taruh anak-anak saya di sekolah yang punya daftar IB. Nah di Jogja baru ada satu, dan itu pun kita belum melakukan penjajakan. Kalau udah ada dan itu cukup bagus ya saya akan ngejar itu."

Baca juga: "Habibie & Ainun 3" tetap tayang tanpa Jefri Nichol

Baca juga: Hanung Bramantyo ingin tetralogi "Buru" difilmkan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2019