BI dukung Indonesia jadi pusat pengembangan ekonomi syariah dunia

BI dukung Indonesia jadi pusat pengembangan ekonomi syariah dunia

Petugas menunjukkan aplikasi tentang investasi syariah saat Pameran Jakarta Syariah Halal Festival (JASHFEST) 2019 di Jakarta, Kamis (7/3/2019). ERWITASARI)

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mendukung Indonesia menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah dunia yang antara lain diwujudkan melalui perannya dalam memperluas cakupan kegiatan Festival Ekonomi Syariah dan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2019.

Festival Ekonomi Syariah (FESyar) kembali dilaksanakan di tiga wilayah, yakni FESyar Regional Sumatera, FESyar Kawasan Timur Indonesia, dan FESyar Regional Jawa yang sekaligus merupakan FESyar tingkat nasional, kata Departemen Komunikasi BI dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Dijelaskan, berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, tidak hanya FESyar di tingkat regional, namun juga digelar FESyar Nasional yang akan menghadirkan kegiatan shari’a fair berskala nasional dan memperkuat program pemberdayaan ekonomi pesantren tingkat nasional melalui sarasehan nasional ekonomi pesantren.

Seluruh rangkaian FESyar di tiga wilayah merupakan bentuk kegiatan menuju gelaran ISEF 2019 pada November 2019 di Jakarta. Berbeda dengan tahun sebelumnya, ISEF 2019 memiliki cakupan kegiatan berskala internasional.

Seluruh rangkaian FESyar dan ISEF, kata Dekom BI, akan dimulai dengan kegiatan FESyar Regional Sumatera yang akan digelar pada 2-4 Agustus 2019 di Palembang, Sumatera Selatan.

Rangkaian kegiatan FESyar terdiri dari Shari’a Fair dan Shari’a Forum yang turut menghadirkan tokoh-tokoh/penggiat ekonomi syariah.

FESyar yang diselenggarakan dan diisi dengan berbagai program edukasi dan sosialisasi merupakan wujud nyata BI beserta pihak terkait dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, kata Dekom BI.

Baca juga: Wamenkeu : Keuangan syariah miliki dampak investasi besar

Baca juga: Wapres JK tekankan pentingnya penguasaan ekonomi syariah

Pewarta: Ahmad Buchori
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia ingin IMF-Bank Dunia lirik ekonomi syariah

Komentar