counter

Apa kesamaan Jerome Kurnia dengan Robert Suurhorf "Bumi Manusia"?

Oleh Nanien Yuniar

Apa kesamaan Jerome Kurnia dengan Robert Suurhorf "Bumi Manusia"?

Para pemain film Bumi Manusia, Bryan Domani, dan Jerome Kurniawan dalam kunjungannya ke LKBN ANTARA, Rabu (31/7/2019). ANTARA/Nanien Yuniar/am.

Jakarta (ANTARA) - Apa kesamaan Jerome Kurnia dengan Robert Suurhorf "Bumi Manusia"?

Aktor Jerome Kurnia berperan sebagai Robert Suurhorf, teman Minke (Iqbaal Ramadhan), di film "Bumi Manusia" yang diangkat dari novel sastrawan Pramoedya Ananta Toer.

Saat berkunjung ke kantor berita Antara, Rabu, Jerome menuturkan karakter Robert sebagai pria Indonesia-Belanda yang betul-betul membenci darah Indonesia yang mengalir di tubuhnya.

"Kesamaan karakter, kita sama-sama ada darah campurannya. Tapi dari sifat dan perilaku enggak ada yang mirip, jauh," tutur Jerome pada ANTARA.

Tokoh Robert Suurhorf menantang untuk diselami, kata dia, karena karakter itu tinggal pada zaman yang sangat berbeda dari saat ini.

Bukan cuma harus bisa bertutur dalam bahasa Belanda kuno, dia juga harus memahami dan mewujudkan gerak-gerik anak sekolah menengah atas sesuai latar belakang yang digambarkan di "Bumi Manusia".

Mendapat kesempatan beradu akting dengan aktor-aktor berpengalaman di film itu membuat Jerome belajar banyak hal dari pengambilan gambar "Bumi Manusia".

"Selain bekerja, kita belajar banyak banget. Contohnya kesabaran, mental, cara bersikap, dan juga teknis, cara bermain menggunakan jiwa bukan hanya sesuatu yang superfisial," kata pemeran Yugo dalam "Dilan 1991".

Jerome mengenang pertemuan pertamanya dengan karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Dia mengingat sering bolak-balik melewati rak berisi buku-buku Pram milik sang bude.

"Tapi baru lihat doang, belum baca," seloroh dia.

Saat duduk di bangku SMP, dia ditugaskan untuk membaca buku "Bumi Manusia". Kesan setelah membaca buku itu berubah ketika Jerome membacanya bertahun-tahun kemudian.

"Ada perasaan yang berbeda, aku pikir ini adalah harta karun bangsa," kata Jerome yang kagum karena buku ini ditulis Pram saat sedang dipenjara.

"Bumi Manusia" adalah buku pertama dari Tetralogi Buru yang ditulis ketika Pram mendekam di pulau Buru. Pram menulis kisah ini di bekas kertas bungkusan semen sebelum akhirnya ditulis pada 1975.

Novel yang kisahnya berlatar belakang kebangkitan nasional antara 1890 - 1918 ini sempat dilarang beredar pada masa Orde Baru. Kini buku tersebut sudah dicetak dalam 43 bahasa di seluruh dunia.

"Bumi Manusia" berkisah tentang romansa Minke, pribumi revolusioner di zaman kolonial Belanda, dengan Annelies, gadis keturunan Belanda - Jawa. Ibu Annelies adalah seorang nyai bernama Nyai Ontosoroh.


 

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Para pemain film Bumi Manusia lomba Agustus-an di ANTARA

Komentar