Kediri (ANTARA News) - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Kediri, Jawa Timur, Ardian Bintoro, terseret arus Sungai Brantas saat sedang menjaring ikan, Selasa petang. Pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh Tim SAR pada Selasa malam, dibantu petugas Polresta Kediri dan warga di sekitar Sungai Brantas. Menurut keterangan Edi Sasmito, teman korban, kejadian itu bermula saat dia dan korban menjaring ikan yang menggelepar. Korban memilih tempat di tanggul sungai sebelah utara Jembatan Bandar, Kota Kediri. Terlalu asik menjaring ikan, korban lupa keselamatan jiwanya. Sekitar pukul 18.00 WIB, dia terpeleset dan tercebur ke dalam sungai lalu terseret derasnya arus yang mengarah ke utara. "Saya tidak menyangka, jika dia harus mengalami musibah itu. Tadinya dia berada di sebelah saya, tapi dia terus berjalan sampai ke utara," kata Edi Sasmito yang sama-sama bertugas di Dinas Perhubungan Kota Kediri bersama korban itu. Menurut dia, beberapa saat setelah tercebur sungai, korban sempat berteriak minta tolong sebelum tubuhnya terbawa derasnya arus sungai itu. "Kami masih akan terus melakukan penyisiran hingga Bendungan Gerak (Bendungan Gerak Waru Turi, Gampangrejo, Kabupaten Kediri)," kata Kabag Binamitra Polresta Kediri, Kompol Abraham Gurgurem di sela-sela pencarian korban. Sejak Selasa pagi pemandangan di pinggir Sungai Brantas terlihat ramai. Banyak warga yang menjaring ikan di sungai itu setelah pintu air di Bendungan Lodoyo, Blitar dibuka. (*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2008