Lagi, kualitas udara Jakarta terburuk kedua di dunia

Lagi, kualitas udara Jakarta terburuk kedua di dunia

Dokumentasi pemandangan Monumen Nasional dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Data aplikasi AirVisual yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Jakarta (ANTARA) - Kualitas udara Ibu Kota DKI Jakarta pada Kamis pagi pukul 09.00 WIB kembali menjadi nomor dua tidak sehat dibandingkan negara-negara lainnya. Tercata di angka 135 atau masih tidak sehat dengan parameter PM2.5 konsentrasi 59,1 mikrogram/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara.

Berdasarkan data dari laman resmi AirVisual, kualitas udara di wilayah Jakarta hanya kalah dari Ulaanbaatar, Mongolia, yang berada di urutan pertama yaitu pada angka 155 dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 64 mikrogram/m3.

Jakarta mengalahkan Dhaka, Bangladesh, yang berada di posisi ketiga dengan angka 151 dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 56 mikrogram/m3.

Sedangkan diposisi keempat ditempati Chengdu, China, dengan angka 134 dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 49 mikrogram/m3.

Dubai di Uni Emirat Arab menempati posisi kelima dengan angka 120 dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 43,3 mikrogram/m3.

Juga baca: PN Jakarta Pusat akan gelar sidang perdana gugatan polusi udara

Juga baca: Uji emisi kendaraan dengan sanksi hukum mutlak dilakukan atasi polusi

Juga baca: Udara Jakarta pagi ini tidak sehat untuk kelompok sensitif

Pewarta: Nova Wahyudi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cincin Olimpiade di langit Tokyo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar