counter

Taliban klaim serangan kantor polisi di Afghanistan

Taliban klaim serangan kantor polisi di Afghanistan

Polisi berjaga di sekitar lokasi ledakan di Kabul, Afghanistan, Minggu (28/7/2019). Reuters melaporkan dalam kejadian tersebut dua orang tewas dan puluhan luka termasuk kandidat wakil presiden Amrullah Saleh yang berada tidak jauh dari lokasi ledakan. ANTARA FOTO/REUTERS/Omar Sobhani/pras.

Kabul (ANTARA) - Penyerang bunuh diri meledakkan sebuah bom mobil di depan kantor polisi di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, pada Rabu, yang melukai sedikitnya 95 orang, menurut pejabat pemerintah.

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Belum ada tanda-tanda meredanya kekerasan di Afghanistan kendati Taliban dan Amerika Serikat tampaknya hampir mencapai perjanjian bersejarah untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan dengan imbalan janji Taliban, yang tidak akan membiarkan negara tersebut digunakan sebagai basis melakukan serangan oleh para ekstremis.

Ledakan tersebut, di barat kota Kabul selama jam sibuk itu, menyebabkan kepulan asam hitam.

Taliban mengaku "pusat perekrutan" telah diserang oleh salah satu pelaku bom bunuh diri mereka.

"Sejumlah besar tentara dan polisi tewas atau terluka," kata Taliban dalam satu pernyataan.

Pejabat keamanan pemerintah mengatakan sedang melakukan pengejaran di lokasi kejadian dan berharap dapat memberikan informasi terbaru mengenai korban tewas.

Bom tersebut meledak ketika sebuah kendaraan dihentikan di pos pemeriksaan di depan kantor polisi, ungkap Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Nasrat Rahimi.

Sementara itu juru bicara Kementerian Kesehatan menyebutkan 95 korban luka dibawa ke rumah sakit. Sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, kata dia.

Sumber: Reuters

Baca juga: Taliban Pelaku bom bunuh diri serang kantor polisi Afghanistan

Baca juga: Lebih selusin tewas saat pesawat serang persembunyian Taliban

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bom latih pesawat TNI AU jatuh di perkebunan warga

Komentar