Minggu, 21 Desember 2014

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Dumai

| 2.121 Views
id kabut asap, dumai, penerbangan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Dumai
Ilustrasi (ANTARA/Irsan Mulyadi)
Dumai (ANTARA News) - Managemen Bandara Pinang Kampai Kota Dumai, Riau, menunda jadwal penerbangan pagi hari akibat kabut asap tebal sisa kebakaran lahan yang menyelimuti kota berjuluk Mutiara Pantai Sumatra itu.

Kepala Operasional Bandara Pinang Kampai Sayed Yoesmas Syahputra mengatakan di Dumai Jumat, penundaan penerbangan dilakukan untuk Pesawat Pelita Air yang membawa penumpang dari Kota Pekanbaru menuju Dumai.

Jadwal keberangkatan Pelita Air dari Bandara Sultan Syarif Kasim II harusnya pukul 08.30 WIB dan sampai di Bandara Pinang Kampai sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan karena jarak pandang yang masih berada di bawah 2.000 meter, kata Sayed, jadwal kedatangan ditunda sementara hingga kembali normal.

Diperkirakan pada pukul 10.00 WIB, kondisi cuaca sudah mulai membaik dan udara di atas Dumai layak dilintasi oleh awak pesawat jenis fokker 100 yang dicarter pegawai PT Chevron Pasific Indonesia dan PT Pertamina tersebut.

Sayed menerangkan, sebelumnya pesawat jenis fokker 100 ini diberangkatkan dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta sekitar pukul 07.30 WIB menuju Pekanbaru.

"Saat tiba di Pekanbaru, managemen penerbangan Pelita Air langsung kita minta untuk menunda keberangkatan menuju Dumai karena kondisi cuaca yang masih buruk dan belum layak dilintasi pesawat jenis fokker," jelasnya.

Gangguan penerbangan kali ini merupakan gangguan pertama di tahun 2011. "Kita berharap cuaca sudah mulai membaik pada pukul 10.00 WIB sehingga aktivitas bandara kembali normal," katanya.

Kepala Bidang Kehutanan di Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kota Dumai, Hadiono, mengatakan, hingga pagi ini kebakaran lahan masih terjadi di wilayah Kecamatan Medang Kampai.

"Kami bersama pihak terkait lainnya juga masih terus berupaya melakukan pemadaman dengan dibantu beberapa unit mobil pemadam milik pemerintah juga PT Wilmar," kata Hadiyono.

(KR-FZR/S004)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar Pembaca
Baca Juga