Minggu, 26 Oktober 2014

22 pemain Djarum ikut seleksi pelatnas

| 1.736 Views
id pelatnas, badminton, djarum kudus
Semarang (ANTARA News) - Sebanyak 22 pebulu tangkis ganda (putra, putri, dan campuran) mengikuti seleksi untuk memasuki pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Cipayung, Jakarta.

Ketua PB Djarum Kudus, Yoppy Rosimin ketika dihubungi di Semarang, Minggu, mengatakan, mereka terdiri dari tujuh pasang ganda putra, empat pasang ganda putri, dan lima pasang ganda campuran.

"Mereka ada yang merangkap, misalnya pemain ganda putra merangkap di ganda campuran atau ganda putri merangkap di ganda campuran sehingga kalau ditotal semuanya sekitar 22 pemain," katanya.

Menurut dia, seleksi yang diberlakukan para pemain itu dipantau dalam berbagai pertandingan sejak 5 September hingga November mendatang.

"Jumlah pemain yang ikut seleksi akan berkurang karena mereka yang layak akan tetap bertahan hingga kuota yang ditetapkan oleh induk organisasi olahraga bulu tangkis di Tanah Air ini," katanya.

Ia menambahkan, peluang pemain Djarum Kudus sama dengan pemain dari klub lainnya dan dirinya berharap para pemain tetap menjaga penampilan di lapangan supaya bisa lolos pelatnas.

Selama ini Djarum Kudus merupakan salah satu klub bulu tangkis yang menyumbangkan atlet terbanyak di pelatnas.

Pada nomor tunggal putra ada Dionysius Hayom Rumbaka, Maria Febe Kusumastuti (tunggal putri), Meliana Jauhari (ganda putri), Debby Susanto, Tantowi Ahmad, Fran Kurniawan, Muhammad Rijal, dan lain-lain (ganda campuran).

Kemudian Muhammad Ulinnuha, Rendy Sugiarto, Afiat Yuris Wirawan, Muhammad Ahsan (ganda putra), dan lain sebagainya.

Ketika ditanya degradasi pebulu tangkis asal Djarum Kudus dari pelatnas, dia mengatakan, sampai kini belum diketahui siapa dan berapa pemain yang bakal tergusur dari pelatnas.

"Saya memang mendengar kalau usai kejuaraan bulu tangkis dunia di London, Inggris, beberapa waktu lalu, PB PBSI akan memberlakukan degradasi untuk atlet pelatnas tetapi sampai kini saya belum menerima informasi pemain Djarum yang terdegradasi," katanya.
(T.H015/I007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar Pembaca
Baca Juga