Pontianak (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mulai Senin (28/11) hingga Jumat (2/12) menggelar Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun untuk mengenalkan dan mengundang kunjungan wisawatan ke kedua taman nasional tersebut.

"Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun akan dimulai di dusun wisata Sadap, Desa Manua Sadap, Kecamatan Embaloh Hulu dengan menampilkan atraksi permainan sumpit dan gasing," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) Joko Prihatno saat dihubungi dari Pontianak, Minggu (27/11).

Menurut dia, kedua festival akan berlangsung dalam tiga tahapan, pertama peluncuran dusun Wisata Sadap pada 30 Oktober oleh Bupati Kapuas Hulu AM Nasir.

Kegiatan akan diisi dengan kegiatan lokakarya bertemakan pengembangan ekowisata dan jasa lingkungan air kawasan taman nasional dan sekitarnya dengan acara puncak selama lima hari sejak 28 November sampai 2 Desember.

Menurut Joko, sebanyak 1.000 tamu dan undangan diperkirakan hadir dalam acara puncak festival.

Para tamu akan diajak menyaksikan pentas seni dan budaya penduduk yang bermukim di sekitar dua taman nasional tersebut dan dapat berkeliling sekitar kawasan taman nasional.

Sementara menurut WWF Indonesia Program Kalimantan Barat, Kapuas Hulu merupakan satu dari sedikit kabupaten di Indonesia yang memiliki dua taman nasional dalam wilayah administrasinya.

Jika ditotal maka luas dua taman nasional tersebut mencapai 932.000 hektare.

Kapuas Hulu juga masih mempunyai luasan hutan alam yang masih terjaga dengan berbagai kehidupan alam eksotik, sehingga secara keseluruhan merupakan satu kesatuan ekosistem.

Hal itu memegang peranan esensial dalam mendukung sistem kehidupan bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya hingga ke bagian hilir, termasuk untuk memelihara sistem tata air.

Menurut Kepala Balai Besar TNBK, Joko Prihatno, banyak potensi jasa lingkungan yang bsia dikembangkan dalam kawasan taman nasional, misalnya untuk TNBK terdapat potensi pemanfaatan jasa air dan aliran air, wisata alam, perlindungan keanekaragaman hayati, penyelamatan lingkungan serta penyerapan karbon.

(N005/E008)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011