Batam (ANTARA) - Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Dirjen Perhubungan Udara Diding Sunardi meresmikan Flybest Flight Academy yang merupakan sekolah penerbang ke-15 di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kamis.

"Potensi penerbangan di Indonesia masih sangat terbuka sehingga membutuhkan penerbang-penerbang yang andal," kata dia di Batam.

Ia mengatakan, tidak mudah untuk memperoleh sertifikasi yang telah di keluarkan untuk membuka pelatihan penerbangan tersebut. Karena, selain harus mendapatkan izin dari pihak Kementerian Perhubungan juga diaudit serta di pantau oleh beberapa pihak asing seperti dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika.

"Hingga saat ini pilot yang menerbangkan pesawat di Indonesia masih didominasi asing. Jumlahnya mencapai 600-800 orang. Ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia untuk menciptakan penerbang andal," kata dia.

Direktur Flybest Flight Academy, Karin Item mengatakan peresmian sekolah tersebut untuk membentuk pilot-pilot yang handal serta membantu untuk memenuhi tingginya kebutuhan penerbang di Indonesia mengingat pertumbuhan industri penerbangan Indonesia sangat tinggi.

"Kami ingin turut menciptakan pilot-pilot dalam negeri yang memiliki kualitas sehingga mampu bersaing dengan pilot dari luar negeri," kata dia.

Ia mengatakan, saat ini instruktur untuk melatih calon pilot masih berasal dari luar negeri seperti Italia, Kanada, dan Amerika Serikat.

"Saat ini ada empat instruktur. Semuanya masih berasal dari luar negeri. Satu instruktur nantinya maksimal akan melatih enam calon penerbang," kata Karin.

Perwakilan PT Aviasi Solusi Prima, Wicahyo Ratomo yang juga turut andil dalam pendirian Flybest Flight Academy mengatakan pelatihan penerbangan di Batam akan membantu pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia khususnya dalam bidang penerbangan.

"Order terbesar untuk pesawat Airbus serta Boeing mayoritas berasal dari Indonesia. Indonesia juga harus menyiapkan pilot-pilot andal untuk mengoperasikannya," kata dia.

Ia menilai, Batam memiliki aspek strategis sehingga bisa juga menjadi daya tarik bagi Singapura dan Malaysia.

Ratomo mengatakan, di atas Jembatan Lima Barelang menjadi koordinat bagi pelatihan sekolah penerbangan ini. Hanggar juga telah dipersiapkan guna mendukung penempatan pesawat latih milik Flybest Flight Academy. (LNO/N002)