Kamis, 23 Oktober 2014

Mahasiswi Ubaya olah pelepah pisang jadi sandal

| 2.835 Views
id mahasiswa ubaya, pelepah pisang, sandal, industri kreatif, industi inovatif
Mahasiswi Ubaya olah pelepah pisang jadi sandal
Ilustrasi (www.wikipedia.org)
Pelepah pisang termasuk material ramah lingkungan, kuat, mudah dibentuk, ringan, mudah didaur ulang, dan aman
Surabaya (ANTARA News) - Mahasiswi Jurusan Desain Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya) Mely Prasetyo, merancang sandal dari bahan olahan pelepah pohon pisang (gedhebog).

"Biasanya, material alas kaki yang ada terbuat dari kayu, anyaman jerami, kain tenun, metal, kulit hewan, dan karet, karena itu saya mencoba untuk merancang dengan bahan yang belum pernah ada," katanya di kampus Ubaya, Rabu.

Gadis kelahiran Surabaya pada tahun 1991 itu menjelaskan dirinya tertarik memanfaatkan pelepah pisang selain karena belum pernah digunakan sebelumnya, juga karena banyaknya pohon pisang yang ada di Surabaya, diantaranya di jalanan yang ia lintasi saat berangkat ke kampus.

"Di Pasar Keputran juga banyak gedhebog, tapi saya sering melihat gedhebog itu dibuang begitu saja, karena itu saya berpikir untuk memanfaatkan sebagai bahan untuk sandal khas Indonesia," kata gais yang mengaku suka fashion itu.

Ia menjelaskan ada lima proses yang harus dilakukan untuk mengolah pelepah pisang menjadi sandal.

Pertama adalah pengupasan pelepah pisang, kemudian dipotong menjadi ukuran 1 centimeter. Selanjutnya, potongan-potongan pelepah pisang itu direbus selama 15 menit, kemudian dikeringkan dalam udara terbuka.

Setelah itu, pelepah diwarnai dengan pewarna tekstil dalam air mendidih selama 30 menit hingga sehari.

"Terakhir, proses finishing. Caranya, pelepah pisang yang sudah kering, berwarna, dan berbentuk potongan kecil itu pun dilekatkan dengan lem sepatu pada bahan sandal/sepatu yang disebut texon dan sudah dibentuk sesuai ukuran kaki," katanya.

Untuk memperkuat, katanya, bagian pinggir pelepah pisang yang sudah melekat pada texon itu dijahit, lalu dilapisi dengan vernis untuk mempercantik.

"Tali pengikat atau bagian atas sandal juga dibuat dari potongan pelepah pisang, tapi cara melekat dua pelepah pisang dengan posisi berlawanan agar tidak mudah rapuh," katanya.

Mely mengatakan ia berencana untuk memproduksi sandal pelepah pohon pisang ini dalam jumlah besar.

"Kalau produksi individual seperti buatan saya, harganya mahal bisa Rp500 ribuan, karena kemasan yang nilainya mencapai Rp300 ribu hingga Rp400 ribu, padahal sandalnya tidak sampai Rp100 ribu, tapi kalau produksi massal akan jauh lebih murah," katanya.

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga