Kairo (ANTARA News) - Menteri Pertahanan (Menhan) Mesir, Abdel Fattah As-Sisi, Selasa, memperingatkan potensi upaya oleh beberapa kelompok untuk mengubah konflik politik menjadi konflik agama.

Dalam seminar yang diselenggarakan dalam peringatan ke-40 kemenangan militer Mesir atas Israel pada 6 Oktober 1973, As-Sisi meminta militer memberi perhatian pada upaya menyesatkan untuk mencampur-adukkan politik dengan agama guna memancing perang melawan Islam, kata Juru Bicara militer Kolonel Ahmed Mohamed Ali.

Menteri Pertahanan tersebut, yang memimpin penggulingan mantan presiden Mohamed Moursi pada Juli, mencela upaya itu dan menyebutnya bertujuan menodai militer dan memecah-belah berbagai lembaga keamanan, demikian dilaporkan Xinhua.

Ia menyampaikan permohonan ma`af kepada rakyat di Sinai karena kerugian yang tak diinginkan selama operasi militer terhadap gerilyawan fanatik serta menekankan mereka akan mendapat ganti rugi.

Beberapa pihak menyeru rakyat Mesir agar turun ke jalan pada 6 Oktober untuk, bersama militer, ikut merayakannya.

Namun pendukung Ikhwanul Muslimin menyerukan demonstrasi "anti-kudeta" guna menentang para pemimpin militer dan pemerintah sementara.

Pada Sabtu (28/9), beberapa pria bersenjata menembak hingga tewas seorang tentara Mesir di Sinai, ketika helikopter militer melancarkan serangan udara terhadap tempat yang diduga sebagai persembunyian gerilyawan, kata petugas medis dan saksi mata.

(C003)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2013