Kiev (ANTARA News) - Ukraina memastikan tim nasionalnya akan berangkat ke Siprus untuk memainkan pertandingan persahabatan melawan AS pada Rabu, setelah awalnya mengatakan bahwa lawatan itu dibatalkan menyusul intervensi militer Rusia ke daerah otonom di negeri itu Crimea.

"Tim Ukraina akan berangkat untuk pertandingan itu. Tidak ada pertanyaan tentang hal itu," kata Menteri Politik Pemuda dan Olahraga Dmitri Bulatov melalui halaman Facebooknya pada Selasa.

"Saya mendoakan tim kami bermain baik, meraih kemenangan, dan para pemain berada dalam semangat yang bagus," tambahnya, di mana petugas pers Olexandr Hlyvynskiy berkata kepada Reuters melalui telepon bahwa timnasnya sedang dalam perjalanan menuju bandara Boryspil.

Sehari sebelumnya, presiden federasi sepak bola Anatoliy Konkov berkata bahwa para pemainnya tidak akan berangkat ke Siprus untuk memainkan pertandingan persahabatan, yang awalnya dijadwalkan dimainkan di Kharkiv namun harus dipindahkan karena situasi politik yang tidak stabil di Ukraina dan setelah permintaan-permintaan kubu AS.

"Kami tidak dapat mengadakan kejuaraan nasional maka tim sepak bola seperti apa yang dapat kami bicarakan? Jika kami tidak mendapat kesempatan untuk bermain di kandang sendiri, mengapa kami akan ke Siprus pada masa-masa sulit ini untuk negara Anda," kata Khonkov.

"Kami bermain untuk orang-orang dan negara kami. Tim kami tidak terbang ke Siprus dan bertahan di sini," ucapnya kepada channel ICTV.

Musim yang tertunda

Liga Utama Ukraina juga mengalami penundaan saat akan dimulai kembali setelah jeda tengah musim, menyusul intervensi militer Rusia.

Bagaimanapun, pada Senin malam, US Soccer mengatakan melalui akun Twitternya bahwa pertandingan itu akan tetap dimainkan.

"Federasi Sepak bola Ukraina mengonfirmasi bahwa tim mereka akan pergi ke Siprus dan pertandingan akan dimainkan seperti yang telah dijadwalkan," ucap mereka.

Para ofisial di Stadion Antonis Papadopoulos di Larnaca, Siprus, arena yang akan dipakai untuk melangsungkan pertandingan, juga menegaskan bahwa pertandingan itu akan dimainkan sesuai jadwal.

Presiden Rusia Vladimir Putin memenangi izin dari parlemennya pada Sabtu untuk menggunakan kekuatan militer di Ukraina. Pihak Rusia menegaskan bahwa hal itu bertujuan untuk melindungi etnis Rusia menyusul penggulingan presiden Ukraina yang didukung Rusia sepekan silam.

Putin mendapat lampu hijau dari parlemen setelah kekuatan Rusia menguasai Crimea, area semenanjung Laut Hitam yang terisolasi dengan mayoritas etnis Rusia dan di mana Moskow telah sejak lama memiliki pangkalan angkatan laut di sana.

AS bersiap untuk menjatuhkan sanksi kepada Rusia untuk intervensi militernya di Crimea, meski sejauh ini belum ada keputusan yang diambil, kata pemerintah AS pada Senin.

(Uu.H-RF/I015)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014