Incheon, Korea Selatan (ANTARA News) - Perenang Palestina Sabine Hazboun sendirian tinggal dan berlatih di Spanyol setelah dai dipaksa meninggalkan Bethlehem ketika sebuah kolam renang hancur.

Perenang 20 tahun yang berlatih di Barcelona dalam tiga tahun lalu itu berkata kepada AFP bahwa dia bahagia bisa berkumpul kembali dengan rekan senegaranya pada Asia Games di Korea Selatan.

"Saya senang di sini bersama warga Palestina lainnya," kata sang perenang.  "Saya selalu ingin merasakan bahwa saya adalah bagian dari sebuah tim dan saya berharap mereka (para atlet Palestina lainnya) menghargai ini karena saya melakukannya.

"Di Barcelona segalanya saya urus sendiri. Saya sendirian. Di sini saya menikmati bersama dengan yang lain, tertawa bersama mereka."

Hazboun menjadi kebanggan Palestina pada Olimpiade London 2012 ketika bertarung pada nomor 50m putri dengan mencatat waktu 28,28 detik sehingga menempati urutan 51 dari 74 peserta.

Perenang ini meninggalkan Tepi Barat untuk mengoptimalkan potensinya.  "Fasilitas renang di Palestina buruk sekali.  Kolam renangnya hanya berpanjang 18 meter. Saya hanya bisa berenang dua kali seminggu karena fasilitas buruk."

Di Gaza di mana Israel memerangi Hamas, situasinya lebih buruk lagi. "Tak ada satu pun fasilitas renang. Orang-orang hanya berenang di laut," kata dia seperti dikutip AFP.

Hazboun, satu dari tiga perenang Palestina pada Asian Games, tengah membidik Olimpiade Rio 2016.






Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2014