Minggu, 28 Mei 2017

Profesor Universitas Chiba beri tips meneliti

| 5.508 Views
Pekanbaru (ANTARA News) - Profesor dari Universitas Chiba, Tokyo, Jepang Josaphat Tetuko Sri Samantyo memberikan tips kepada mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) agar bisa menjadi peneliti terkenal.

"Untuk bisa menjadi peneliti terkenal baik di tingkat nasional maupun internasional ada tips yang harus dilakukan yaitu konsistensi penelitian, banyak publikasi, originalitas, dukungan masyarakat dan mempunyai spirit riset," ujarnya di Pekanbaru, Kamis.

Terkait konsistensi dia mengatakan sangat perlu ditekankan. Minimal peneliti harus konsisten pada satu bidang penelitian yang sama selama lima tahun.

Hal itu penting untuk menciptakan kepercayaan pada masyarakat terhadap hasil penelitian.

"Orang akan melihat kita ahli di bidang apa dengan konsisten pada satu bidang penelitian, jangan berganti-ganti penelitian karena akan membuat orang bingung," tambahnya.

Kemudian selain itu publikasi juga diperlukan agar penelitian dapat dikenal masyarakat luas. Publikasi itu dapat dilakukan melalui jurnal agar bisa mendapat penghargaan. Selanjutnya jika mendapat penghargaan bisa saja dipublikasikan di media massa.

Selanjutnya tips terakhir adalah menguatkan originalitas yang akan menjadi ciri kuat dalam suatu penelitian. Keaslian penelitian seseorang biasanya karena telah terbiasa membuat "logbook" atau coret-coretan.

"Harus memulai corat-coret ketika mendapat ide, apapun idenya harus dicatat, kemudian patenkan, jangan dipresentasikan dulu sebelum dipatenkan," lanjutnya.

Seminar di UIR ini digagas oleh Fakultas Teknik. Salah satu alumninya Mahasiswa Master di Chiba University dan belajar dengan Prof Josaphat Tetuko Sri Sumantyo.

Josaphat lahir di Bandung, Jawa Barat pada 25 Juni 1970; umur 45 tahun dan menjabat sebagai Profesor penuh di Center for Environmental Remote Sensing, Universitas Chiba, Jepang dan sebagai profesor/dosen tamu di berbagai universitas.

Ia adalah salah satu pemegang paten antena mikrostrip (antena berbentuk cakram berdiameter 12 sentimeter dan tebal 1,6 milimeter) yang dapat digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan satelit, penemu circularly polarized synthetic aperture untuk pesawat tanpa awak dan small satelilte [5], serta radar peramal cuaca 3 dimensi.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar Pembaca
Baca Juga