Kamis, 22 Juni 2017

Polisi tes urine sopir untuk keselamatan pemudik

| 1.707 Views
Polisi tes urine sopir untuk keselamatan pemudik
Sejumlah sopir bus antarkota mengikuti tes narkoba di Terminal Oso Wilangon, Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/6/2017). Tes narkoba pada sejumlah sopir bus yang digelar Satreskoba Polrestabes Surabaya serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya tersebut guna mengantisipasi adanya pengaruh narkoba pada sopir demi menjamin keselamatan penumpang. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya (ANTARA News) - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Jawa Timur, menggelar serangkaian tes urine kepada para sopir bus antarkota di Terminal Osowilangun Surabaya untuk menjamin keselamatan penumpang dalam arus mudik Lebaran 2017.

"Tes urine ini kami gelar bersama dengan petugas Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Roni Faisal di lokasi tes urine, Senin.

Tampak petugas mengarahkan bus-bus yang baru datang ke Terminal Osowilangon untuk menepi. Kemudian melakukan penggeledahan di setiap sudut bus yang dimungkinkan sebagai tempat menyimpan narkoba.

Sopirnya diarahkan untuk dilakukan tes urine di bilik yang telah disediakan.

"Untuk penggeledahan narkoba di dalam bus hasilnya nihil," ujar Roni.

Memang, menurut dia, kegiatan ini merupakan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan sopir bus, khususya untuk menjamin para pemudik agar bisa pulang ke kampung halaman dengan selamat.

"Kami tidak ingin sopir-sopir bus di Terminal Osowilangon berkendara dalam kendali narkoba," katanya.

Tes urine kepada sopir semacam ini, menurut dia, akan rutin digelar hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Dia memastikan akan ada tindakan tegas jika nantinya dalam pemeriksaan lanjutan ditemukan sopir yang positif memakai narkoba.

"Tentunya akan kami rehabilitasi dahulu dan selanjutnya akan kami proses sesuai hukum yang berlaku," ucapnya.

Para sopir di Terminal Osowilangon tampak kooperatif saat dilakukan tes urine.

Abdul Wahid, seorang sopir bus tujuan Surabaya-Bojenegoro, mengaku tidak keberatan dilakukan tes urine.

"Tes urine untuk memeriksa kecanduan narkoba ini tentu bagus, tak hanya untuk keselamatan penumpang tapi juga untuk keselamatan sopir sendiri," ujarnya.

Dia tak memungkiri kebanyakan sopir butuh semacam doping untuk menjaga staminanya selama bertugas.

"Kalau teman-teman biasanya mengonsumsi minuman berenergi untuk menjaga staminanya agar tetap terjaga selama mengendarai bus, bukan narkoba," katanya.

Tapi untuk dirinya sendiri, Wahid mengaku sangat jarang mengonsumsi minuman berenergi. "Kalau saya cukup minum kopi saja dan istirahat secukupnya untuk memulihkan stamina," ucapnya.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga