Kamis, 24 Agustus 2017

Asian Games 2018 target Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir

| 11.386 Views
Asian Games 2018 target Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir
Dokumentasi pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad (kanan) dan Liliyana Natsir (kiri), saat mendapatkan poin saat melawan pebulutangkis ganda campuran Korea Selatan, Kim Duk-young dan Kim Ha-na, dalam babak pertama BCA Indonesia Open 2017, di Balai Sidang Jakarta, Selasa (13/6/2017). Tontowi-Liliyana melangkah ke babak kedua setelah menang dari Kim Duk-young dan Kim Ha-na dengan skor 19-21, 21-19 dan 21-18. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
... kami berharap rejeki kami juga baru karena stadion Istora juga baru...
Jakarta (ANTARA News) - Atlet bulutangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir atau akrab disapa Owi/Butet, membidik gelar Asian Games 2018 setelah menyabet juara Indonesia Terbuka 2017 di Jakarta, Minggu malam (18/6).

"Saya masih ingin satu target lagi, gelar yang belum tercapai, mungkin di akhir karir saya. Saya ingin juara Asian Games," kata Butet setelah pertandingan final di Balai Sidang Jakarta, di Senayan, Jakarta.

Butet mengaku belum puas meraih medali perak dalam Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, bersama Owi.

"Kami berharap penampilan kami terus stabil walaupun harus melewati beberapa kejuaraan, termasuk Kejuaran Dunia," kata Butet yang masih menjalani perawatan cedera lutut kanannya.

Butet berharap peluang merebut gelar juara Asian Games 2018 semakin besar menyusul Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan multi-cabang olahraga tertinggi di benua Asia itu.

"Walaupun pertandingan Asian Games nanti akan berlangsung di Stadion Istora, kami berharap rejeki kami juga baru karena stadion Istora juga baru," kata Butet yang berharap "keangkeran" stadion bulutangkis di kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, itu hilang seiring dengan penyelesaian renovasi.

Owi/Butet akan melanjutkan perjuangan mereka dalam turnamen super series Australia Terbuka 2017 di Sydney, Australia, 20-25 Juni.

Owi/Butet sukses meraih gelar Indonesia Terbuka setelah penantian selama enam tahun berturut-turut sejak Indonesia Terbuka 2011.

"Ternyata, Istora itu angker buat saya, sedangkan di Jakarta Convention Center tidak," kata Butet yang merujuk pada perjuangannya bersama Owi dalam Indonesia Terbuka di Stadion Istora Senayan, Jakarta sejak 2011.

Meskipun baru pertama meraih kemenangan bersama Owi, Butet telah dua kali meraih gelar juara Indonesia Terbuka. Pada Indonesia Terbuka 2005, Butet meraih gelar juara ganda campuran bersama Nova Widianto. Pasangan Nova/Butet mengalahkan sesama pasangan Indonesia Anggun Nugroho/Yunita Tetty 15-13, 15-1.

Gelar juara Butet dalam Indonesia Terbuka diraihnya pada 2008 saat berpasangan dengan Vita Marissa pada nomor ganda putri. meraih gelar juara pada nomor ganda putri Indonesia Terbuka 2008 bersama Vita Marissa. Ganda Vita/Butet menundukkan pasangan Jepang, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna, pada putaran final 21-15, 21-14.

Kemenangan Owi/Butet dalam Indonesia Terbuka 2017 sekaligus mengakhiri puasa gelar tuan rumah selama empat tahun dalam turnamen tingkat super series premier itu.

Indonesia terakhir kali meraih gelar juara kandang turnamen tingkat super series premier itu pada 2013 ketika ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mengalahkan ganda Korea Selatan, Lee Yong-de/Ko Syung-hyun, 21-14, 21-18

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga