Lagos (ANTARA News) - Pemerintah Nigeria, Rabu (8/11), meminta PBB melakukan penyelidikan setelah 26 imigran perempuan tewas tenggelam saat berusaha menyeberangi Laut Mediterania menuju Eropa. 

Jenazah para korban, yang diyakini merupakan warga negara Nigeria, diangkut oleh kapal Spanyol menuju Italia pada Minggu pekan lalu dan pihak berwenang kini sedang mencari tahu penyebab kematian mereka. 

Sebanyak 23 imigran ditemukan tewas pada Jumat pekan lalu setelah perahu karet yang mereka tumpangi tenggelam. Tiga korban lain ditemukan dalam operasi beberapa hari lalu pekan ini. 

AFP melaporkan, Kementerian Luar Negeri Nigeria di Abuja mengatakan kedutaan besar negara itu di Roma melaporkan para korban berusia sekitar 14 hingga 18 tahun dan menyebut tragedi tersebut sebagai "kehilangan dan duka cita yang luar biasa bagi negara kami".

Penyidik Italia mengungkapkan mereka masih mencari tanda-tanda aksi kekerasan, tetapi tidak yakin mereka merupakan korban perdagangan manusia untuk dijadikan pekerja seks. 

Badan Nasional Pelarangan Perdagangan Manusia Nigeria (NAPTIP) mengatakan harus ada penyelidikan tingkat tinggi oleh PBB atas insiden ini dan kasus-kasus sebelumnya yang terjadi di Mediterania.

NAPTIP menambahkan bahwa "Kami perlu mengetahui identitas para penumpang perahu tidak layak yang mengangkut para imigran (di Mediterania) serta para pemilik perahu sehingga mereka bisa diadili."

Jalur Mediterania tengah dari pesisir Libya menuju Italia merupakan jalur paling ramai bagi para imigran ilegal, yang sebagian besar merupakan warga negara Nigeria.
(ab/)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2017