Meski tekanan darah tinggi, Manggala Agni bertahan padamkan karhutla

Meski tekanan darah tinggi, Manggala Agni bertahan padamkan karhutla

Andi (43), personel yang tergabung Tim Satgas Karhutla Jambi dari Manggala Agni Jambi. (FOTO ANTARA/Syarif Abdullah).

Saya tadi cek darah, tekanannya sampai 200 per sekian. Kaget juga saya karena baru kali ini naik seperti ini. Tapi saya tetap  pilih berada di tengah teman-teman Manggala Agni di sini
Jambi (ANTARA) - Seorang personel Manggala Agni Jambi, Andi (43) memilih tetap bertugas dan berada di tengah teman-temannya di medan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi kendati hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan tekanan darahnya tinggi.

"Saya tadi cek darah, tekanannya sampai 200 per sekian. Kaget juga saya karena baru kali ini naik seperti ini. Tapi saya tetap  pilih berada di tengah teman-teman Manggala Agni di sini," katanya ketika ditemui ANTARA di lokasi karhutla itu, Jumat.

Pria yang sudah 12 hari bertugas ikut memadamkan api di daerah itu, menyebutkan kondisi badannya tetap sehat dan tidak ada keluhan.
Namun ketika petugas kesehatan dari Puskesmas Kumpeh Ulu mengecek tekanan darahnya, lelaki warga Pasir Putih Kota Jambi tersebut kaget juga setinggi itu. Padahal biasanya tekanan darahnya itu tidak pernah lebih dari 120.

"Karena tidak percaya, sampai dua kali diperiksa. Pakai alat manual dan digital. Hasilnya tetap sama 120. Ya... saya direkomendasikan untuk istirahat di mobil komando ini," kata pria bertubuh gempal itu.

Meski tetap di lokasi, ia mengikuti instruksi dari petugas kesehatan untuk beristirahat. Ia mengaku selama bertugas memang aktivitasnya cukup tinggi melakukan pemadama api di garis besar.

Meski demikian, ia tetap semangat dan beraktivitas meski agak mengurangi gerakan dan aktivitasnya di lapangan.

"Ini bukan pertama kali saya ikut pemadaman karhutla, saya sudah bergabung sejak 2007, dan juga ikut pemadaman pada tahun-tahun sebelumnya," kata Andi.

Ia menuturkan pengalamannya sebagai petugas Manggala Agni dalam beberapa peristiwa pemadaman karhutla. Ia juga memiliki pengalaman saat ikut dalam operasi pemadaman karhutla pada tahun 2015 yang berlangsung cukup hebat.

"Pada kejadian tahun 2015 saya ikut juga, kondisi saat ini memang lebih berat. Beberapa tahun belakangan penanganan langsung dilakukan segera, dan mudah-mudahan kejadian itu tidak terulang lagi," katanya.

Sementara itu sejumlah paramedis dari Puskemas Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muarojambi diturunkan untuk melakukan pengecekan kesehatan personel gabungan Tim Satgas Karhutla di lokasi kebakaran Desa Sipin Teluk Duren dan kawasan kebakaran di lahan lainnya milih sebuah perusahaan perkebunan di sana, Jumat.

"Ada empat personil yang diturunkan untuk pengecekan kesehatan hari ini, sebagian besar dilakukan pengecekan tensi darah," kata koordinator paramedis Dina di lokasi kebakaran lahan PT Mas di Sipin Teluk Duren Kecamatan Kumpeh Ulu.

Para paramedis yang semuanya perempuan tersebut mendatangi para petugas Satgas Karhutla dengan menggunakan kendaraan double kabin milik TNI.

Di atas kendaraan bak terbuka itu mereka melakukan pendaftaran dan pengecekan kesehatan. Dengan duduk di penutup bak belakang yang dibiarkan terbuka, para perugas kesehatan itu melakukan pemeriksaan kepada anggota TNI, Polri, Mangala Agni, PRC BPBD serta tim pemadam dari sejumlah perusahaan perkebunan.

Kehadiran paramedis disambut antusias oleh tim yang bertugas, mereka satu persatu meminta dicek tensi darahnya. Beberapa mengeluhkan batuk dan radang tenggorokan.

Baca juga: Gubernur Jambi optimalkan sinkronisasi program pencegahan karhutla

Baca juga: Akibat kabut asap jarak pandang di Kota Jambi 3,9 km

Baca juga: Dansatgas Karhutla: lahan terbakar di Jambi capai 248 hektare

Pewarta: Syarif Abdullah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar