2.200 hunian dari pendonor dalam proses pembangunan

2.200 hunian dari pendonor dalam proses pembangunan

Pembangunan hunian tetap untuk korban gempa, tsunami dan likuefaksi Kota Palu, Sulawesi Tengah di lokasi relokasi Kelurahan Tondo dan Talise, Kecamatan Mantikulore yang disediakan Buddha Tzu Chi sekitar 1.500 unit. (ANTARA/Moh Ridwan)

Palu (ANTARA) - Sebanyak 2.200 hunian tetap dari sejumlah pihak atau pendonor dalam  prosesu pembangunan untuk  korban gempa, tsunami dan likuefaksi Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Wali Kota Palu Hidayat di Palu, Jumat mengatakan 2.200 hunian tetap masih dalam proses pembangunan di lokasi relokasi Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, salah satu yang sudah menunjukan progres yakni bantuan Yayasan Budha Tzu Chi yang tahap pertama dibangun 1.500 hunian.

Bahkan rencananya, pascasetahun gempa, tsunami dan likuefaksi menerjang daerah tersebut, pemerintah kota dan yayasan Budha Tzu Chi menarget 500 orang tahap pertama menempati bangunan tersebut, namun rencana itu batal.
Baca juga: Kemen PUPR belum terima data konkret jumlah huntap di Palu dan Sigi

"Memgenai model bisa saja berbeda, tetapi intinya hunian harus tahan gempa. Ukuran hunian tipe 36, satu hunian kami sediakan lahan 10x15 meter, " ungkap Hidayat.

Menurut wali kota, lahan seluas 146,80 hektare disediakan pemerintah di Kelurahan Tondo dan Talise terbagi dalam tiga lokasi dan dipastikan dapat menampung semua korban bencana di 13 kelurahan terdampak tsunami maupun dua kelurahan yang terdampak likuefaksi termausk warga bermukim di garis patahan atau sesar Palu Koro.

Selain Yayasan Budha Tzu Chi yang sudah melaksanakan tahap pembangunan, paparnya, pembangunan hunian bantuan pemerintah Kota Surabaya, Provonsi Jawa Timur juga masih dalam proses konstruksi. Sedangkan bantuan dua negara anggota ASEAN Filipina dan rakyat Brunei Darussalam melalui AHA Center baru akan dimulai.

"Saya belum mendapat informasi, apakah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membantu membangun hunian di lokasi relokasi Tondo, " katanya menambahkan.

Dikemukakanya, kebutuhan hunian untuk warga korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah sekitar 7.000 hunian tersebar dijelumlah lokasi yang telah disediakan pemerintah.

"Pemerintah telah mengedarkan formulir relokasi kepada masyarakat. Ada sebagian masyarakat tidak ingin direlokasi, mereka tetap bertahan padahal rumah mereka masuk dalan zona merah, " tutur Hidayat.
Baca juga: Rencana pembangunan huntap di Palu dilengkapi kawasan bisnis
Baca juga: Kakanwil BPN Sulteng sesalkan Wali Kota Palu soal lahan huntap

Pewarta: Muhammad Arshandi/Moh Ridwan
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kapolri-Kapolda Metro raih rekor MURI

Komentar