counter

Kaisar Jepang gemakan sikap ayahnya, sampaikan penyesalan mendalam

Kaisar Jepang gemakan sikap ayahnya, sampaikan penyesalan mendalam

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbincang dengan Kaisar Jepang Naruhito sementara ibu negara Melania Trump berbincang dengan Permaisuri Masako saat undangan kenegaraan di Istana Kekaisaran di Tokyo, Jepang, Senin (27/5/2019). (REUTERS/KYODO)

Tokyo (ANTARA) - Kaisar baru Jepang, Naruhito, menyampaikan penyesalan yang mendalam mengenai masa lalu era-perang negeri itu dan berdoa buat perdamaian global pada Kamis.

Ia mengumandangkan kata-kata ayahnya dalam peringatan upacara tahunan yang menandai penyerahan diri Tokyo dalam Perang Dunia II.

Naruhito (59) menjadi raja pertama Jepang yang dilahirkan setelah perang tersebut , ketika ia mewarisi takhta pada Mei, kata Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis. Ayahnya, Akihito, meletakkan jabatan dalam kegiatan turun takhta pertama oleh seorang kaisar Jepang dalam dua abad.

Baca juga: Kaisar baru Jepang janji berikan yang terbaik bagi rakyat

"Melihat ke belakang pada masa panjang perdamaian pasca-perang, yang mencerminkan masa lalu kita dan kenangan mengenai perasaan penyesalan yang mendalam, saya secara sungguh-sungguh berharap bahwa kehancuran perang takkan pernah terulang," katanya.

"Bersama-sama dengan seluruh rakyat, saya memberi penghormatan sepenuh hati buat semua yang kehilangan nyawa mereka dalam perang tersebut ... dan berdoa buat perdamaian dunia dan pembangunan lebih lanjut negara kita," kata Naruhito, yang mengumandangkan pesan ayahnya setahun lalu.

Naruhito adalah putera dari Kaisar Hirohito, yang atas namanya tentara Jepang berperang dalam Perang Dunia II.

Baca juga: Sejumlah peristiwa penting dalam kehidupan Kaisar Jepang Akihito

Baca juga: Kaisar Jepang Akihito turun tahta setelah tiga dekade berkuasa


Sumber: Reuters

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres Ma’ruf Amin tiba di Tokyo Jepang

Komentar