counter

BI Sulsel sebut ekonomi Syariah pilar terpenting ekonomi nasional

BI Sulsel sebut ekonomi Syariah pilar terpenting ekonomi nasional

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Bambang Kusmiarso disela pembukaan Pekan Ekonomi Syariah 2019 di Makassar, Jumat (16/08/2019). ANTARA Foto/ Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan (KPw BI Sulsel) Bambang Kusmiarso mengatakan, ekonomi syariah menjadi pilar terpenting dalam mendukung ekonomi nasional.

Saat pembukaan Pekan Ekonomi Syariah 2019 yang diselenggarakan di salah satu mal di Makassar, Jumat dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional yang sustainable turut mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Sementara ekonomi Islam dunia juga terus berkembang dan pangsa pasar ekonomi syariah makin meluas.

Sebagai gambaran pangsa pasar ekonomi syariah pada 2017 mencapai 2,1 triliun dolar AS  dan akan meningkat menjadi 3 triliun dolar AS pada 2023.

Besarnya market size ini ditandai dengan meningkatnya makanan halal sebesar 6,1 persen dan diproyeksikan akan mencapai 1,9 triliun dolar AS pada 2023. Demikian pula dengan fesyen muslim yang diproyeksikan akan meningkat dari 279 miliar dolar AS tahun 2017 menjadi 361 miliar dolar AS pada 2023.

Selanjutnya dalam report yang sama, pada 2018 Indonesia berhasil menduduki peringkat 10, mengalahkan Brunei Darussalam dan Bangladesh yang didorong oleh peningkatan ranking dalam halal food ranking.

Hal ini menunjukkan hasil yang baik dari upaya pengembangan Ekonomi Islam khususnya di bidang makanan dan minuman.

"Hanya saja peningkatan ranking tersebut rupanya belum mampu membuat Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara dengan ekosistem terbaik di bidang makanan halal," kata Bambang.

Pada bidang makanan halal, Indonesia masih berada di bawah UAE, Malaysia dan negara Timur Tengah lainnya, bahkan juga kalah dari Australia (peringkat 6) yang justru bukan negara mayoritas muslim.

Indonesia juga belum masuk ke dalam 10 besar negara dengan ekosistem terbaik dalam ketegori halal media and recreation dan halal pharmaceuticals and cosmetics.

Indonesia masih menjadi pasar terbesar dunia dalam hal konsumsi produk barang/jasa syariah. Berdasarkan Global State Islamic Economy Report (2019), dari keenam sektor industri market size makanan halal 6 persen atau 1,90 triliun dolar AS, Fashion 270 miliar dolar AS naik menjadi 361 miliar dolar AS pada 2023.

Pada 2018 Indonesia peringkat 10 kalahkan Brunei dan Bangladesh halal banking. Peningkatan rangking tersebut belum memasukkan 10 besar pada bidang makanan halal. Indonesia masih di bawah Malaysia dengan negara Timur Tengah, juga Australia yang berada pada rangking 6, pada penduduknya bukan mayoritas muslim. Indonesia juga belum masuk ekosistem media dan regresi masih menjadi pasar, termasuk halal travel.

Sementara itu, Pekan Ekonomi Syariah 2019 yang berlangsung 16 - 18 Agustus 2019 dan dibuka Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman, menghadirkan sejumlah kegiatan seperti talk show, lomba mewarnai desain sajadah, fashion show dan pameran UMKM binaan sejumlah bank pemerintah dan swasta.


Baca juga: BI Sulsel mendorong Pemprov buat Ranperda Ekonomi Syariah
Baca juga: Wapres JK tekankan pentingnya penguasaan ekonomi syariah
Baca juga: BI dukung Indonesia jadi pusat pengembangan ekonomi syariah dunia

 
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Bambang Kusmiarso memperlihatkan salah satu produk UMKM bumbu masak khas Sulsel "Pallu Basa" disela pembukaan Pekan Ekonomi Syariah 2019 di Makassar, Jumat (16/08/2019). ANTARA Foto/ Suriani Mappong
​​​​​​​

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jemaah haji kloter I tiba di Makassar dengan jumlah lengkap

Komentar