counter

Piala Dunia FIBA

AS merasa harus tingkatkan pertahanan

AS merasa harus tingkatkan pertahanan

Pelatih timnas basket AS Gregg Popovich berbincang dengan guard Kemba Walker sewaktu melawan Spanyol di Honda Center pada 16 Agustus 2019 di Anaheim, California. Harry How/Getty Images/AFP (AFP/Harry How)

Melbourne, Australia (ANTARA) - Pelatih timnas basket Amerika Serikat Gregg Popovich menilai timnya harus meningkatkan pertahanan dan komunikasinya menjelang Piala Dunia FIBA, sekalipun timnya menang 102-86 melawan Australia dalam laga persahabatan.

Sang juara dunia mencetak 31 poin pada kuarter ketiga setelah panen lemparan tiga angka, untuk mengatasi perlawanan The Boomers, Kamis malam lalu.

Guard Boston Kemba Walker memasukkan 23 poin, pemain Indiana Pacers Myles Turner menyumbangkan 15 poin plus 14 rebound, sedangkan bintang Utah Jazz Donovan Mitchell mengemas 13 poin ditambah tiga assist di depan 51.000 penonton di Melbourne.

Tim AS kehilangan sejumlah nama besar NBA yang memilih absen pada Piala Dunia Basket, tetapi tetap solid di tengah ambisi mereka merengkuh gelar juara dunia keenamnya di China nanti, mulai 31 Agustus.

Baca juga: AS menang mudah lawan Australia dalam pemanasan

Pelatih veteran San Antonio Spurs Gregg Popovich menyebut tim Australia pimpinan bintang NBA Patty Mills sebagai tim tangguh yang melancarkan serangan cepat yang sulit dikawal lawan.

"Mereka hebat dalam bergerak dan memotong. Kami akan menyaksikan filmnya, dan saya kira kami akan belajar banyak dari yang harus kami kawal. Saya memberi penghargaan besar kepada mereka, sungguh impresif," kata Popovich seperti dikutip AFP.

"Transisi pertahanan kami lemah, dan mereka berhasil memasukkan tiga kali berturut-turut lemparan tiga angka," sambung dia seraya menyebut tim pelatih menyoroti transisi pertahanan yang lemah itu.

AS dan Australia bertemu lagi di Melbourne hari ini sebelum melawan Kanada di Sydney pekan depan menjelang keberangkatan ke China.

Baca juga: Pelatih AS anggap Australia bisa juara dunia

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar