Muhammadiyah komitmen bantu pemulihan bencana di Sulteng

Muhammadiyah komitmen bantu pemulihan bencana di Sulteng

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah KH Haedar Nashir saat menyampaikan Tausiyah singkatnya saat meninjau program pemulihan pascabencana di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (31/8/2019). (ANTARA/Moh Ridwan)

Donggala (ANTARA) - Organisasi masyarakat Muhammadiyah berkomitmen ikut membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pemulihan bencana di Kota Palu, Kabupaten, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah.

"Kami berusaha untuk bersama-sama berbagi dan peduli ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah dan ini masih bagian kecil dari kami," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nashir saat meninjau program pemulihan bencana di Sirenja, Kabupaten Donggala, Sabtu.

Menurut dia, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi masyarakat di tanah air memiliki peran dan tanggung jawab ikut membantu pemulihan bencana di berbagai daerah termasuk Sulawesi Tengah.

Pemulihan pascagempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Sidi dan Donggal, Muhammadiya melibatkan elemen internal beserta lembaga mitra mereka diantaranya Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Aisyiyah, Majelis Pemberdayaan Masyarakat, Majelis Kesehajteraan Umat dan Lazismu.

Sejak awal musibah menimpa Sulawesi Tengah, kata dia, pihaknya telah bergerak membentuk program penanggulangan bencana di tiga daerah terdampak parah.

"Ikhtiar Muhammadiyah dengan semangat berbagi, peduli dan kebersamaan tidak hanya menjadi teori melainkan ada praktek nyata," ujar Haedar.

Pada program kebencanaan, Muhammadiyah melalui MDMC telah membangun sekitar 182 bilik hunian sementara termasuk program pemulihan ekonomi dengan bantuan perahu untuk nelayan setempat sekitar 189 perahu beserta 250 mesin bekerja sama dengan Solidar Swiss

Wakil Ketua MDMC Rahmawati Husaein mengemukakan, pihaknya akan melaksanakan program lanjutan hingga Juli 2020 berupa bantuan tunai pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak kepada 1.300 Kepala Keluarga bersama lembaga mitra mereka.

"Dengan bantuan ini kami ingin perekonomian warga terdampak bencana dapat semakin berangsur pulih agar mereka bisa hidup mandiri, " harapnya.

KH Haedar Nashir didampingi Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini beserta rombongan selain meninjau program pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi di Donggala juga meninjau pengungsi korban gempa dan tsunami di Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeili, Kota Palu.

Baca juga: MDMC dirikan posko koordinasi gempa Palu
Baca juga: Muhammadiyah kirim tim tanggap bencana ke Sulawesi Tengah
Baca juga: Mahasiswa Malang galang dana korban gempa Aceh
Baca juga: AEON-Baznas pulihkan SMK Muhammadiyah Marawola-Sigi pascagempa

Pewarta: Muhammad Hajiji/Moh Ridwan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polri berikan trauma healing bagi siswa korban pemukulan

Komentar