counter

Nelayan Pantai Tambakrejo Blitar gelar larung sesaji

Nelayan Pantai Tambakrejo Blitar gelar larung sesaji

Sejumlah gunungan berisi hasil bumi dan buah serta kepala kerbau yang dilarung dalam kegiatan larung sesaji di Pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (2/9/2019). (Antara Jatim/ Asmaul Chusna)

di era modern kami maknai hal ini sebagai sesuatu yang positif untuk bersyukur atas kuasa Tuhan serta mempromosikan wisata dan budaya
Blitar (ANTARA) - Nelayan di Pantai Tambakrejo Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin menggelar ritual larung sesaji menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriah atau 1 Suro di penanggalan Jawa, pada tahun 2019.

Upacara itu sebagai ungkapan syukur atas berbagai rezeki serta permohonan keselamatan selama melaut.

Bupati Blitar Rijanto berharap, tradisi nelayan ini terus dilestarikan, selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas berbagai rezeki yang telah diberikan, sekaligus  dapat mendongkrak potensi wisata Pantai Tambakrejo Blitar.

"Ini tradisi yang sudah dilakukan bertahun-tahun, turun temurun. Di pantai selatan selalu dilakukan upacara tradisional larung sesaji. Di era modern kami maknai hal ini sebagai sesuatu yang positif untuk bersyukur atas kuasa Tuhan serta mempromosikan wisata dan budaya Kabupaten Blitar," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar Suhendro Winarso menambahkan inti dari kegiatan tersebut adalah berdoa, berterima kasih kepada yang Maha Kuasa atas limpahan rezeki dan kesehatan, umur dan ketersediaan alam untuk mencukupi kebutuhan manusia.

Suhendro berharap dengan larung sesaji ini tingkat kunjungan wisatawan ke pantai juga semakin banyak. Dengan itu, roda perekonomian warga di sekitar pantai juga bergerak, sehingga kesejahteraan mereka menjadi lebih baik.

Dalam kegiatan tersebut, ritual diawali dengan gunungan berisi hasil bumi dan buah-buahan serta kepala lembu dikirab dari balai desa menuju bibir pantai. Warga yang mengaraknya merupakan para nelayan yang mengenakan baju tradisional.

Setelah selesai diarak, tokoh desa setempat membacakan doa-doa. Kemudian, gunungan yang berisi hasil bumi, buah-buahan serta kepala lembu dibawa ke pelabuhan. Selain itu, perlengkapan ritual juga ikut serta dibawa. Suara gamelan serta tembang Jawa juga terus dilantunkan selama prosesi ritual tersebut.

Selanjutnya, seluruhnya dibawa ke tengah laut untuk dilarung. Seluruh gunungan serta kepala kerbau diangkut menggunakan perahu lalu dimasukkan ke dalam laut.

Larung sesaji di Pantai Tambakrejo, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar tersebut merupakan agenda tahunan untuk memperingati bulan Suro, penanggalan kalender Jawa sekaligus Tahun Baru Islam 1441 Hijriah yang jatuh pada bulan Muharrm.

Dalam agenda itu, selain dihadiri Bupati Blitar Rijanto, juga Forkopimda serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Blitar. 

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar