counter

Piala Dunia FIBA

Dominika di ambang babak kedua usai tundukkan Jerman 70-68

Dominika di ambang babak kedua usai tundukkan Jerman 70-68

Para pemain tim nasional bola basket Republik Dominika meluapkan kegembiraan usai mengalahkan Jerman dalam laga lanjutan penyisihan Grup G Piala Dunia FIBA 2019 di Shenzhen, China, Selasa (3/9/2019). (ANTARA/AFP/Nicolas Asfouri)

Jakarta (ANTARA) - Republik Dominika kini berada di ambang babak kedua Piala Dunia FIBA 2019 seusai menundukkan Jerman 70-68 dalam laga lanjutan penyisihan Grup G di Shenzhen, China, Selasa.

Tim besutan Nestor Garcia itu telah membukukan dua kemenangan setelah sebelumnya mengalahkan Yordania di laga pertama, demikian catatan laman resmi FIBA.

Dengan dua kemenangan tersebut, Dominika memastikan diri lolos ke babak kedua tanpa terpengaruh hasil laga lain antara Yordania kontra Prancis.

Baca juga: Profil Grup G, aroma persaingan supremasi Eropa

Sempat tertinggal 16-21 pada kuarter pertama, Dominika tampil baik di dua kuarter berikutnya demi berbalik 55-52 saat memasuki kuarter pamungkas.

Pertandingan kuarter keempat berjalan panas namun minim poin, bahkan poin terakhir tercipta saat waktu masih menyisakan satu menit 15 detik lewat lemparan bebas Ronald Roberts yang memastikan kemenangan Dominika 70-68.

Para pemain Dominika tampil lebih kolektif di mana Victor Liz memimpin dengan 17 poin dan lima rebound, diikuti 16 poin dan lima rebound dari Eloy Vargas, 10 poin Ronald Roberts serta Gelvis Solano yang membukukan delapan poin dan 11 assist.

Sebaliknya Jerman sangat bertumpu pada Dennis Schroeder yang mengemas 20 poin dan tujuh rebound, namun cuma mendapat bantuan 12 poin dan delapan rebound Daniel Theis serta 10 poin Maodo Lo.

Dominika selanjutnya akan menghadapi Prancis di laga pamungkas, Kamis (5/8), sedangkan Jerman yang masih harap-harap cemas akan bertemu Yordania di waktu bersamaan.

Baca juga: Joe Ingles hampir triganda saat Australia lewati Senegal

Baca juga: Rusia, Spanyol genapi enam tim pertama yang lolos ke babak kedua

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar