counter

Piala Dunia FIBA

Rubio pecahkan rekor assist saat antar Spanyol tundukkan Polandia

Rubio pecahkan rekor assist saat antar Spanyol tundukkan Polandia

Pebasket tim nasional Spanyol Ricky Rubio (depan) berhasil melewati hadangan pemain Polandia Mateusz Ponitka dalam laga perempat final Piala Dunia FIBA 2019 di Dongguan, China, Selasa (10/9/2019). (ANTARA/REUTERS/Aly Song)

Bisa melewati rekor Prigioni adalah sebuah kehormatan
Jakarta (ANTARA) - Pebasket Spanyol Ricky Rubio memecahkan rekor assist terbanyak sepanjang masa Piala Dunia FIBA saat mengantar negaranya menundukkan Polandia 90-78 dalam perempat final di Dongguan, China, Selasa.

Laman resmi FIBA mencatat Rubio memasuki pertandingan perempat final dengan telah menyamai catatan pemegang rekor assist Piala Dunia FIBA sebelumnya yakni legenda Argentina Pablo Prigioni dengan 106 assist.

Maka, ketika Rubio melepaskan umpan yang diselesaikan oleh Juancho Hernangomez dengan tembakan tripoin pada sisa waktu enam menit 26 detik kuarter kedua, ia resmi mengambil alih gelar Raja Assist Piala Dunia FIBA.

Rubio menutup pertandingan dengan catatan 19 poin dan sembilan assist, sehingga kini ia menduduki tahtanya dengan koleksi 115 assist.

Baca juga: Spanyol sudahi langkah bersejarah Polandia di perempat final

"Bisa melewati rekor Prigioni adalah sebuah kehormatan," kata Rubio selepas pertandingan.

"Saya tumbuh menyaksikan Argentina yang diperkuat Manu Ginobili, Luis Scola dan Prigioni. Bisa disejajarkan dengannya adalah sebuah kehormatan besar," ujarnya menambahkan.

Pebasket yang masih berusia 28 tahun itu jelas masih punya peluang untuk kian menajamkan rekornya sebagai Raja Assist Piala Dunia FIBA mengingat Spanyol melenggang ke babak semifinal.

Spanyol masih menanti lawannya di semifinal, yakni pemenang laga perempat final lain antara Australia kontra Republik Ceko yang baru berlangsung Rabu (11/9).

Baca juga: Bermodal keyakinan dan keberanian, Argentina taklukkan Serbia

Baca juga: Jadwal perempat final, Ceko beruntung

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar