Semarang (ANTARA News) - Sebanyak 2.700 personel Polwiltabes Semarang bakal mengamankan tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dalam Pilgub Jateng, kata Kapolwiltabes Semarang, Kombes Pol. Masjhudi. "Selain personel yang kita siapkan di TPS, setiap polsek juga ada dua regu yang siap berpatroli," katannya pada pers di Semarang, Sabtu. Selain untuk mengantisipasi kerawanan saat penghitungan suara, kata dia, mereka juga konsentrasi untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan karena bisa saja ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan momen pilgub ini untuk melakukan pencurian. "Saat pelaksanaan pilgub, akan ada rumah-rumah kosong. Ini juga akan menimbulkan kerawanan. Tetapi kami berharap pelaksanaan pilgub bisa berjalan lancar tanpa ada gangguan," katanya. Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip beserta jajaran Muspida setempat akan melakukan pemantauan ke sejumlah TPS, yaitu TPS VII Kelurahan Brumbungan, TPS XVII Kelurahan Rejosari, TPS IX Rusun Plamongansari, TPS IX Kelurahan Gayamsari, dan TPS khusus di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum. Ia mengatakan, persiapan TPS-TPS sudah baik dan siap menyelenggarakan pilgub. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak golput dan mendatangi TPS seperti undangan yang telah dibagikan oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). "Saya berharap petugas KPPS bisa melayani masyarakat dengan baik dan untuk KPU supaya logistik bisa dikirim tepat waktu," katanya. Sukawi Sutarip yang merupakan salah satu calon gubernur, mengatakan, pihaknya mengunjungi kesiapan TPS dalam kapasitasnya sebagai wali kota. "Kalau saya tidak melakukan peninjauan, saya yang salah," katanya. Sebanyak 25.816.234 masyarakat Jateng yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Minggu, diberi kesempatan menggunakan hak pilihnya. Mereka akan mencoblos di 55.603 TPS yang tersebar di 35 kabupaten/kota mulai pukul 07.00-13.00 WIB. Pilgub Jateng diikuti lima pasangan calon, yaitu Bambang Sadono- Muhammad Adnan (Partai Golkar), Agus Soeyitno-Abdul Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (Partai Demokrat dan PKS), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI Perjuangan), serta H.M. Tamzil-Abdul Rozaq Rais (PPP dan PAN.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2008