Liga Champions

Erling Haland berharap Salzburg bisa seperti Ajax

Erling Haland berharap Salzburg bisa seperti Ajax

Penyerang RB Salzburg Erling Haland saat selebrasi usai mencetak gol ke gawang Genk dalam babak penyisihan Liga Champions Grup E, Rabu (18/9/2019). (Instagram Erling Haaland)

Jakarta (ANTARA) - Penyerang Red Bull Salzburg Erling Haland mengaku puas dengan penampilan timnya saat mengalahkan Genk dengan skor 6-2 pada Rabu dini hari dan berharap Die Rotten Bullen bisa menjadi seperti Ajax Amsterdam pada Liga Champions musim ini.

"Semuanya sangat mungkin. Kita melihat bagaimana Ajax pada musim kemarin, akan sangat baik apabila bisa menjadi Ajax baru," ujar Erling dalam komentar purnalaga di laman resmi UEFA.

Harapan serta perbandingan antara Salzburg dengan Ajax sangat beralasan. Pada Liga Champions musim lalu, Ajax bukanlah tim yang diunggulkan.

Baca juga: Erling Haland Hattrick bawa Salzburg pesta gol ke gawang Genk

Kerja keras seluruh pihak serta konsistensi permainan membuat mereka justru bisa menembus semifinal. Tentu hal yang tidak diduga-duga oleh publik sepak bola dunia. Apalagi yang paling mengejutkan bahwa mereka mampu mengalahkan klub-klub besar.

Real Madrid dan Juventus yang sebelumnya dijagokan sebagai kandidat kuat juara Liga Champions musim 2018/2019, justru harus takluk di tangan De Ajacieden pada fase gugur.

Baca juga: Llorente tuntaskan misi balas dendam antar Napoli tundukkan Liverpool

Melihat kesuksesan Ajax, membuat Erling percaya bahwa timnya mampu membuat kejutan serupa, meski satu grup dengan Napoli dan sang juara musim lalu, Liverpool.

"Kita tahu bahwa mereka (Liverpool dan Napoli) adalah klub hebat. Sangat sulit memang (mengalahkannya), tapi semuanya bisa saja terjadi," kata dia.

Pada laga pertama Grup E, Salzburg berhasil berpesta gol ke gawang Genk dengan skor akhir 6-2. Erling menjadi pemain terbaik dalam pertandingan itu karena berhasil mencetak trigol.

Baca juga: Hasil Liga Champions, juara bertahan mengawali dengan kekalahan

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar