counter

Kepolisian Rusia tangkap dukun Siberia yang berikrar lengserkan Putin

Kepolisian Rusia tangkap dukun Siberia yang berikrar lengserkan Putin

Ilustrasi - Suanana kota tua Tobolks kawasan Siberia, Rusia, Minggu (22/4/2019). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Rusia pada Kamis menangkap seorang balian/dukun asal Siberia yang berikrar akan berjalan kaki ke Moskow guna melengserkan Presiden Vladimir Putin dari kursi kekuasaan.

Aksi Alexander Gabyshev, dukun Siberia, itu sempat menjadi topik hangat beberapa media di Rusia.

Gabyshev pada Maret memulai perjalanannya menempuh lebih dari 8.000 kilometer (4.970 mil) dari kampung halamannya di Yakutia menuju Moskow guna menemui Putin yang dia sebut "roh jahat".

Namun, kepolisian wilayah Buryatia pada Kamis mengatakan pihaknya telah menangkap seorang pria di sebuah jalan raya di Siberia. Penangkapan itu dilakukan karena pria tersebut diduga terlibat aksi kejahatan di Yakutia.

Namun, pihak kepolisian tidak menyebut dengan jelas aksi kriminal yang dilakukan pria itu. Kepolisian Buryatia akan menyerahkan pria itu ke pihak berwenang di Yakutia.

Dari keterangan kepolisian, pria yang ditangkap itu adalah Gabyshev, kata kantor berita Interfax.

Penangkapan itu pun memancing protes dari pegiat hak asasi manusia, Amnesty International. Amnesty mengutuk keras penangkapan Gabyshev di wilayah timur Siberia.

"Aksi balian itu mungkin eksentrik, tetapi sikap kepolisian Rusia (yang menahan Gabyshev, red) tidak dapat diterima," kata Direktur Amnesty International Rusia, Natalia Zviagina dalam siaran tertulisnya.

Menurut Zviagina, Gabyshev punya hak untuk bebas menyatakan pandangan politiknya dan menjalani kepercayaannya sebagaimana warga negara lain.

Gabyshev mulanya diprediksi akan tiba di Moskow pada musim panas 2021. Namun hingga Kamis, ia baru berjalan sejauh 3.000 kilometer.

Praktik balian/perdukunan masih dapat ditemukan di beberapa wilayah Rusia. Aksi itu merupakan wujud kepercayaan bahwa manusia dapat berkomunikasi dengan roh atau spirit yang tak terlihat keberadaannya.

Saat ditanya mengenai penangkapan Gabyshev, pihak Kremlin mengatakan mustahil bagi mereka untuk mengikuti seluruh kasus hukum di Rusia.

Sumber: Reuters

Baca juga: Putin diskusikan serangan kilang minyak dengan putra mahkota Saudi

Baca juga: Presiden Zelenskiy mengadu ke Putin pascakematian tentara Ukraina

Baca juga: Putin perintahkan aksi balasan Rusia terhadap uji coba rudal AS

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi terima kontingen World Skill Competition 2019

Komentar