counter

Sabang akan bangun lintas jalan baru menuju kilometer nol

Sabang akan bangun lintas jalan baru menuju kilometer nol

Pemandangan Tugu Kilometer Nol Indonesia yang menghadap ke laut dengan latar alam pegunungan di perbukitan Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang (pulau weh), Aceh, Senin (17/6/2019). Tugu Kilometer Nol di Sabang tersebut merupakan nol kilometer Indonesiasecara geografis terletak pada 5 derajat 54’21.42" LU, 95 derajat 13’00.50" BT dan tinggi 43,6 meter (MSI) merupakan icon kota Sabang yang ramai dikunjungi wisatawan. (Antara Aceh/Ampelsa)

Jadi memang kondisi Cot Murong ini sering longsor, di situ ada tiga tanjakan, sering longsor dan bisa membuat putus akses transportasi. Lintas baru ini juga bisa memangkas waktu tempuh ke kilometer nol, kalau selama ini normalnya 30 menit
Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Sabang, Faisal menyatakan pemerintah akan membangun lintas jalan baru menuju ke destinasi wisata kilometer nol di pulau terluar paling barat Indonesia tersebut.

“Iya, ini memang kita sudah lama membuat perencanaan pembangunan jalan Cot Murong ini yang dari bawah menyisir tepi pantai, enggak lagi melalui puncak gunung,” katanya, saat dihubungi dari Banda Aceh, Jumat.

Dia menjelaskan, selama ini kondisi jalan menuju kilometer nol melalui pegunungan, salah satunya melewati tanjakan Cot Murong yang kerap sekali terjadi longsor ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di Sabang.

“Jadi memang kondisi Cot Murong ini sering longsor, di situ ada tiga tanjakan, sering longsor dan bisa membuat putus akses transportasi. Lintas baru ini juga bisa memangkas waktu tempuh ke kilometer nol, kalau selama ini normalnya 30 menit,” katanya.

Baca juga: Pelayaran ke Sabang dipadati wisatawan

Faisal mengatakan rencana pembangunan lintas jalan baru tersebut juga telah disampaikan kepada pihak Balai Besar Pelaksanaan Nasional.

Menurut dia, mereka menyambut baik upaya pengembangan akses baru menuju salah satu destinasi wisata potensial tersebut.

Bahkan sejak 2011, katanya, pemerintah kota juga telah memiliki Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan lintas jalan baru tersebut, namun karena sudah terlalu lama sehingga DED tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang ini.

“Kita juga sudah mengekspos ini ke balai besar pelaksanaan jalan nasional, jadi mereka siap saja yang penting tanahnya terbebaskan. Makanya kita mengharapkan DED itu dibuat oleh balai,” katanya.

Baca juga: Tujuh objek wisata Aceh masuk nominasi API 2019

Pemkot Sabang mengharapkan pembangunan jalan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), bisa melalui balai jalan wilayah satu Aceh atau juga bisa melalui Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

“Cuma kita mengharapkan ada pembebasan lahan dulu, apakah (anggaran) ini dari pemerintah Aceh atau BPKS. Kita target pembebasan tanah pada 2020,” katanya.

Baca juga: Longsor kembali tutupi lintas Tugu Kilometer Nol Sabang
 

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gurihnya sate gurita di Kilometer Nol Indonesia

Komentar