Tenggarong, Kaltim (ANTARA News) - Kehadiran Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Dede Yusuf, menyaksikan jalannya partai final pertandingan tinju Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Kalimantan Timur (Kaltim) 2008, sekaligus didaulat panitia untuk mengalungkan medali kepada para juara, mengundang perhatian publik Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, Senin malam. Meski sudah menjadi pejabat eksekutif, warga khususnya ribuan penonton yang memadati tempat duduk GOR Bela diri, Perjiwa, Kota Tenggarong, itu mendadak terbelalak, ketika pembawa acara memanggil dan mendaulat nama Dede Yusuf untuk mengalungkan medal kepada juara tinju yang baru saja bertanding di babak final. Saat itu, Wagub Jabar, yang di kalangan masyatakat Kaltim masih kental sebagai sosok dan tokoh selebritis, bintang film, dan bintang iklan itu, didaulat mengalungkan medali emas, perak, dan porunggu untuk juara satu, dua, dan tiga kelas 57 Kg putra. Kebetulan, sang juara di kelas itu adalah juga petunju asal Jawa Barat, Dadan Amanda, yang di babak final mengalahkan petinju Arelando Moniaga dari DKI Jakarta. Sejak beranjak dari tempat duduk VIP menuju ring tinju untuk mengalungkan medali kejuaraan, Dede Yusuf terus menjadi perhatian para penonton, termasuk para wasih/juri, panitia pelaksana, ofisial, termasuk pula para petinjunya sendidi. Setelah pengalungan medali, disusul pengibaran bendera kontingen diiringi lagu Padamu Negeri dan foto bersama para juara di atas ring, Kang Dede mulai dari atas ring sampai menjelang meningakan areal tempat duduk para wasit/juri masih didaulat para penggemarnya untuk berfoto bersama, dan Pak Dede pun nampak menyalami serta melayani foto bersama itu dengan penuh keramahan dan senyumannya yang khas. Pada malam partai final cabang tinju PON XVII Senin itu, Jawa Barat meloloskan empat petinjunya, masing-masing Martin Surati di kelas 45 Kg menanag atas Yanto Fallo (NTT), karena Yanto mengundurkan diri di ronde ketiga. Petinju Jabar lainnya, Ismai Nahumahuri di kelas 48 Kg kalah 9-18 atas petinju NTT, Denny Hitarihun, lalu di kelas 57 Kg, Dadan Amanda menang atas petinju DKI Jakarta, Arenaldo Moniaga dengan 18-10, dan satu petinju Jabar lainnya, Barce Tibalemeten meraih medali emas setelah mengalahkan petinju asal Jambi, Anton Siringoringo dengan angka 26-12. Kontingen Jawa Barat dan Maluku keluar sebagai pengumpul medali emas terbanyak dari cabang tinju PON XVII Kaltim 2008, yakni sama-sama meraih tiga medali emas, dari 18 emas, 18 perak, dan 36 medali perunggu yang diperebutkan. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008