Kemarin, penangkapan teroris hingga Festival Seribu Utara

Kemarin, penangkapan teroris hingga Festival Seribu Utara

Nelayan Marunda Kepu, Banglah, saat merapikan alat tangkap tradisional usai melaut dari Perairan Muara Gembong-Kepulauan Seribu, di Jakarta Utara, Jumat (2/8/2019). (ANTARA News/Dewa Wiguna)

Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa dan momen pada akhir pekan telah diwartakan oleh Antara. Berikut kami pilihkan beberapa berita pilihan yang layak dibaca kembali untuk mengawali Senin pagi ini.

1. Seorang terduga teroris diamankan Densus 88 di Bekasi

Anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan seorang terduga teroris Noval Agus Safroni di Tambun, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu sekitar pukul 14.30 WIB.

Selengkapnya di sini.

2 Festival Seribu Utara di Pulau Kelapa dihadiri ribuan pengunjung

Pulau Kelapa yang menjadi tuan rumah Festival Seribu Utara kebanjiran ribuan pengunjung yang datang dari berbagai wilayah untuk menikmati festival.

Selengkapnya di sini.

Baca juga: Penggemar nantikan Tony Q di Festival Seribu Utara dengan berkemping
Baca juga: Festival Seribu Utara di Pulau Kelapa dihadiri ribuan pengunjung


3. Border Rakyat sampaikan "Surat Cinta" kepada rektor seluruh Indonesia

Aliansi mahasiswa bernama Border Rakyat menyampaikan "Surat Cinta" kepada seluruh pimpinan tertinggi universitas- universitas di seluruh Indonesia dengan pesan utama agar tidak melarang mahasiswa untuk melakukan demonstrasi.

Selengkapnya di sini.

4. Warga Jakarta kehilangan sumber nutrisi terbaik akibat pencemaran
​​​​​
Warga Jakarta kehilangan salah satu sumber nutrisi terbaik untuk dikonsumsi yakni kerang hijau (green mussels) akibat tercemar limbah di Teluk Jakarta.

Selengkapnya​​​​​​​ di sini.
​​​​​​​​​​​​​​
5. 1.313 atlet hadiri penutupan Kompetisi Olahraga Air TNI AL

Sebanyak 1.313 atlet olah raga air hadir dalam penutupan Kompetisi Olahraga Air Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) yang digelar di Ancol Beach City, Jakarta Utara, Minggu.

Selengkapnya di sini.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pimpinan MPR sebut teroris muncul akibat miskin rasa kebangsaan

Komentar