Boba dan kopi "kekinian" diprediksi masih jadi tren hingga tahun depan

Boba dan kopi "kekinian" diprediksi masih jadi tren hingga tahun depan

Chef Martin Praja di Jakarta, Senin (14/10/2019). (ANTARANews/ Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA) - Boba sedang digila-gilai pencinta kuliner di ibu kota, terlihat dari semaraknya gerai-gerai minuman asal Taiwan di Jakarta. Bukan cuma minuman, ada juga restoran yang menghadirkan menu khusus makanan dengan boba. Tren boba diprediksi masih akan berlangsung hingga tahun depan, kata chef Martin Praja.

"Sejak awal tahun saya sudah memprediksi tren boba, saya rasa masih (tren) sampai awal tahun depan," ujar Martin di Jakarta, Senin.

Selain boba, yang diperkirakan masih naik daun di dunia kuliner adalah kopi susu "kekinian" yang jadi idola sebagian besar anak-anak muda. Berbagai merek kopi susu semakin menjamur, sementara restoran-restoran yang sudah berdiri stabil juga banyak yang menambahkan kopi susu versi mereka pada menunya.

"Kopi mulai banyak, tapi tren akan terus naik sampai 2021," ujar chef yang punya restoran di Bogor tersebut.

Kopi "kekinian" kini jadi bagian kehidupan sehari-hari anak muda, ujar Martin.

Kepopuleran kopi "kekinian" turut jadi bagian terkikisnya kebiasaan minum soda, terbukti dari hengkangnya Pepsi dari Indonesia.

Namun Martin mengingatkan para pencinta kopi susu untuk membatasi konsumsi, maksimal segelas sehari.

"Kafein kan bikin kita pengin lagi dan lagi, batasi saja satu cup, kalau akhir pekan sedang tidak bekerja tidak usah minum," ia menambahkan.


Baca juga: Pepsi hengkang juga disebabkan perubahan konsumsi minuman

Baca juga: Tren boba geser minuman berkarbonasi


Baca juga: Fenomena di balik segelas brown sugar boba

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar