Pemprov minta bantuan BNPB padamkan karhutla Arjuno

Pemprov minta bantuan BNPB padamkan karhutla Arjuno

Hutan gunung Arjuno yang terbakar terlihat dari desa Landungsari, Malang, Jawa Timur, Jumat (11/10/2019). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Kami sudah mengirim surat dan berkoordinasi langsung dengan Kepala BNPB untuk meminta bantuan 'water bombing' karena area terdampak karhutla cukup curam
Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Arjuno dan Welirang menggunakan memadamkan dari udara melalui water bombing.

"Kami sudah mengirim surat dan berkoordinasi langsung dengan Kepala BNPB untuk meminta bantuan water bombing karena area terdampak karhutla cukup curam," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Senin.

Selain menuju ke titik lokasi cukup berat dan hanya bisa ditempuh berjalan kaki sekitar lima jam, di kawasan karhutla yang terbakar cuacanya kurang mendukung, ditambah angin sangat kencang.

Baca juga: Kebakaran Gunung Arjuno mulai terkendali

Gubernur Khofifah juga menyampaikan, upaya pemadaman dengan cara manual sudah dilakukan, namun dengan ketinggian dan tebing curam hingga 60 derajat, ditambah angin kencang maka pemadaman selama empat hari terakhir tak membuahkan hasil.

"Untuk efektivitas serta efisiensi dan mencegah karhutla semakin meluas maka teknik water bombing ini sangat mendesak dan diperlukan," ucap gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Menurut dia, upaya pemadaman karhutla di Gunung Arjuno-Welirang terus dilakukan karena di wilayah tersebut merupakan kawasan konservasi yang berfungsi melindungi sistem penyangga kehidupan, pengawetan dan tempat tinggal keanekaragaman jenis tumbuhan mau pun satwa.

Akibat karhutla ini, kata dia, beberapa tumbuhan dan satwa mulai terancam, seperti cemara gunung, pohon manisrejo, edelweis, macan tutul, rusa serta elang jawa.

Baca juga: 40 personel dikerahkan untuk padamkan kebakaran hutan Gunung Arjuno

Berdasarkan catatannya, pada periode Agustus sampai Oktober 2019, sudah tercatat 28 kali kasus kebakaran hutan dan lahan dengan kategori cukup parah.

Karena itulah, lanjut dia, bila tidak segera ditangani akan terjadi kerusakan pada ekosistem hutan pegunungan yang bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor di musim hujan yang diperkirakan tidak lama lagi.

Sementara itu, penanganan karhutla Gunung Arjuno-Welirang dilakukan lintas kabupaten, terlebih salah prosedur dilakukannya water bombing dan untuk penanganan darurat harus diterbitkan surat pernyataan tanggap darurat bencana kebakaran hutan oleh beberapa pemkab setempat.

Dalam upaya pemadaman melalui water bombing ini Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim juga berkoordinasi dengan Polda Jatim serta Kodam V/Brawijaya.

Baca juga: Api di Gunung Arjuno diupayakan untuk dipadamkan

"Saya mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk bersama-sama mendoakan saudara kita para relawan dan TNI/Polri yang saat ini terus berupaya keras memadamkan karhutla di Jatim. Semoga mereka semua diberikan keselamatan dan kelancaran, serta mendapat ridho dari Allah SWT," tuturnya.

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemadaman titik api difokuskan di Ogan Komering Ilir

Komentar