Baghdad, (ANTARA News) - Serangkaian serangan bom, Ahad, di Irak, kebanyakan di ibukota negeri itu, Baghdad, yang telah diguncang oleh aksi kekerasan dalam satu pekan terakhir, menewaskan 15 orang dan melukai sedikitnya 38 orang lagi, kata beberapa saksi mata dan pejabat seperti dilaporkan kantor berita AFP. Dalam serangan paling mematikan, satu truk kecil yang diparkir di dekat kantor pembuatan paspor di Jalan Maghred di Baghdad utara menewaskan 12 orang dan melukai 23 orang, kata beberapa sumber Kementerian Dalam Negeri dan Pertahanan. Beberapa orang menderita luka bakar akibat ledakan kuat yang menggetarkan gedung pencakar langit, merusak banyak bangunan, kata mereka. Genangan darah masih terlihat di jalan komersial yang sibuk saat puluhan prajurit Irak membersihkan reruntuhan sejauh 100 meter dari pusat ledakan, kata seorang jurukamera AFP. Ia dilarang mengambil gambar oleh tentara. Seorang kaprten AS yang pletonnya memberi bantuan bagi polisi Irak mengatakan serangan tersebut memiliki ciri Al-Qaeda. "Itu tadinya adalah lingkungan yang aman dan tenang," katanya. Ditambahkannya, Al-Qaeda berusaha merusak kestabilan banyak daerah yang dipercaya aman. Sementara itu di Jalan Palestina di pusat kota Baghdad, satu bom di pinggir jalan yang ditujukan ke patroli polisi yang lewat melukai sembilan orang, termausk enam warga sipil. Serangan ketiga yang diduga ditujukan ke kendaraan pemerintah melukai dua warga sipil di permukiman Al-Ghadir di bagian tenggara negeri tersebut. Senin lalu, tiga pembom bunuh diri yang diduga adalah perempuan meledakkan diri mereka di antara peziarah Syiah di ibukota negeri itu, menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai tak kurang dari 75 orang lagi. Dalam kerusuhan lain, 100 kilometer di sebelah utara ibukota Irak di Hilla, satu bom mobil menewaskan tiga orang dan melukai empat orang lagi di kedai kopi terbuka, kata seorang personil polisi di kota tersebut, Hader al-Khafadji. Sejak puncaknya bentrokan antar-aliran pada 2006 dan semester pertama tahun lalu, kerusuhan secara berangsur telah berkurang, secara perlahan. Jumlah korban jiwa sipil di seluruh Irak turun jadi 387 bulan lalu, dibandingkan dengan sebanyak 448 pada Juni dan 504 pada Mei. Jumlah korban jiwa di pihak AS juga telah merosot. Pada Juli, 12 prajurit Amerika tewas di Irak, jumlah korban jiwa paling sedikit sejak serbuan pimpinan AS 2003 guna menggulingkan presiden Saddam Hussein. Pemboman Ahad di Baghdad terjadi saat parlemen Irak dijadwalkan menangani rancangan pemilihan umum provinsi yang menjadi sengketa dan telah meningkatkan ketegangan mengenai wilayah yang kaya akan minyak di Irak utara, Kirkuk, sehingga menimbulkan keraguan tentang pemungutan suara yang mulanya dijadwalkan diselenggarakan pada Oktober. Namun, tak cukup banyak anggota parlemen yang datang sehingga tak tercapai kuorum, maka pemungutan suara pun ditunda, kata beberapa anggota parlemen. Kirkuk telah dirundung ketegangan etnik sejak serbuan pimpinan AS 2003, warga dari suku Arab dan Turkmen khawatir mereka akan disisihkan kalau kota tersebut diserahkan kepada suku Kurdi. Satu pemboman bunuh diri dan baku-tembak yang terjadi setelahnya menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai 126 orang di Kirkuk pada Senin, selama pawai terbuka yang kebanyakan dihadiri orang Kurdi untuk memprotes peraturan pemilihan umum provinsi guna mengatasi keprihatinan.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2008