AirAsia minta Malaysia Airport tangani antrian Imigrasi KLIA 2

AirAsia minta Malaysia Airport tangani antrian Imigrasi KLIA 2

Kuala Lumpur International Airport (KLIA). (Antara)

Kuala Lumpur (ANTARA) - AirAsia menyerukan kepada Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB) untuk segera menangani masalah antrian konter-konter imigrasi di KLIA 2 dalam menyambut kedatangan lebih 30 juta wisatawan asing untuk Tahun Kunjungan Malaysia 2020 (VM2020),

Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Malaysia Riad Asmat dan CEO AirAsia X Malaysia Benyamin Ismail di Kuala Lumpur, Kamis, mengatakan sesaknya penumpang disebabkan oleh antrian yang panjang di konter-konter imigrasi bagi paspor asing di KLIA 2 yang terjadi setiap hari.

Dia mengatakan peristiwa menjadi semakin parah dan telah banyak tamu membuat pengaduan kepada AirAsia bahwa mereka terlewatkan penerbangan lanjutan dan acara penting.

“Lapangan terbang merupakan tempat pertama yang akan dilihat oleh para wisatawan setibanya di Malaysia, dan ini sangat memalukan apabila pengalaman pertama mereka di negara kita menunjukkan ketidakcakapan dan layanan yang lemah, terutamanya apabila Tahun Kunjungan Malaysia 2020 akan tiba tidak lama lagi,” katanya.

Baca juga: AirAsia Indonesia - Malaysia healthcare jalin kerjasama

Dalam beberapa kasus para tamu pernah antri lebih dari satu jam di Imigrasi terutama pada waktu puncak antara 3.00 pagi hingga 07:00 pagi, 02.00 petang hingga 07.00 petang dan 09.00 malam hingga tengah malam.

Dia masalah ini disebabkan oleh penataan KLIA 2 yang tidak betul.

Pihak telah menyampaikan isu ini kepada MAHB dan telah diberikan jaminan bahwa perubahan akan dibuat untuk menambah tempat menunggu untuk kaunter imigrasi.

“Walau bagaimanapun, hingga kini kita masih tidak melihat tindakan untuk menangani masalah ini dari pihak MAHB dan kesesakan menjadi semakin parah setiap hari mengakibatkan para tamu terpaksa antri panjang malah hingga ke pintu kedatangan,” kata Riad dan Benyamin.

Baca juga: MAS dan AirAsia Peroleh Diskon Pendaratan 50 Persen

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar