Satgas TMMD bangun pos kamling di perbatasan Indonesia - Malaysia

Satgas TMMD bangun pos kamling di perbatasan Indonesia - Malaysia

Satgas TMMD bersama warga perbatasan, Desa Menua Sadap, Kecamatan Embaloh Hulu wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat membuat saluran air bersih. (HO/Kodim Putussibau)

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Satuan tugas (Satgas) TNI manunggal membangun desa (TMMD) bersama dengan warga Desa Menua Sadap, mendirikan Pos keamanan keliling (poskamling) daerah perbatasan Indonesia - Malaysia, Kecamatan Embaloh Hulu wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat.
 
"Pos kamling itu untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Apalagi pos itu dibangun di jalan masuk Desa Menua Sadap," kata Dandim 1206 Putussibau, Letkol Inf Basyaruddin, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Rabu.
 
Dikatakan Basyaruddin, keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat perlu di tingkatkan agar sebagai langkah untuk mencegah tindak kejahatan.

Baca juga: Ada empat pos gabungan bersama Pamtas Indonesia-Malaysia di Nunukan

Baca juga: Cemas, begini harapan pedagang Indonesia di Pasar Serikin Malaysia
 
Menurut dia, masyarakat setempat bahkan Temenggung, pengurus adat dan kepala desa sangat mendukung pembangunan pos kamling.
 
"Pos kamling itu harus dihidupkan kembali untuk meningkatkan kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban," kata Basyaruddin.
 
Kehadiran satgas TMMD sangat disambut antusias masyarakat yang bahu membahu bergotong royong bersama satgas TMMD.
 
Sampai saat ini, kata Basyaruddin, Satgas TMMD masih dalam proses menyelesaikan pekerjaan fisik jalan dan jembatan dari Desa Menua Sadap menuju Dusun Karangan Bunut.
 
Kemudian banyak juga kegiatan lainnya, termasuk membangun saluran air bersih yang menjadi kebutuhan masyarakat di Desa Menua Sadap dan  ada juga kegiatan non fisik.
 
"Tujuan TMMD itu untuk membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat untuk kehidupan yang lebih sejahtera," kata Basyaruddin.*

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar